NASIONAL KINI | SUKABUMI – Nama Desa Cibatu di Kecamatan Cisaat kini resmi menjadi pusat perhatian publik di seluruh Kabupaten dan Kota Sukabumi. Desa yang dikenal dengan semangat gotong royongnya ini bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi para pecinta olahraga bola pingpong melalui perhelatan megah Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026. Berlokasi tepat di Kampung Cibolang Kidul RT 33 RW 08, antusiasme ratusan atlet menciptakan atmosfer kompetisi yang luar biasa sejak pembukaan hingga penutupan, hari Minggu, tanggal (08/02/2026).
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Februari 2026 ini, bukan sekadar seremoni olahraga biasa. Ini adalah manifestasi nyata dari sinergi kuat antara Pemerintah Daerah, panitia lokal, dan Pemerintah Desa Cibatu dalam mencetak sejarah baru pembinaan atlet di tingkat akar rumput.
Dukungan Penuh Kepala Desa Cibatu: Bapak Asep Rahmat (Kang Jefry) Angkat Potensi Lokal
Keberhasilan Desa Cibatu menjadi tuan rumah yang inspiratif tidak lepas dari tangan dingin dan kepemimpinan Kepala Desa Cibatu, Bapak Asep Rahmat, atau yang lebih akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan hangat Kang Jefry. Sejak awal perencanaan, beliau telah menunjukkan komitmen luar biasa dengan memastikan fasilitas desa, aksesibilitas, hingga keamanan lingkungan siap menyambut ratusan tamu dari berbagai penjuru Sukabumi.
Dalam komentarnya yang penuh semangat, Kang Jefry menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya untuk menjadi saksi lahirnya juara-juara baru. Beliau melihat event ini bukan sekadar urusan olahraga, melainkan ajang pembuktian bahwa Desa Cibatu mampu mengelola acara skala besar dengan standar yang tinggi.
"Kami dari Pemerintah Desa Cibatu memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan dukungan penuh terhadap gelaran Bupati Cup 2026 ini. Ini adalah momentum emas bagi warga kami untuk menunjukkan keramahan dan potensi desa yang kita cintai. Kami berharap turnamen ini tidak hanya melahirkan atlet berbakat, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di desa kami agar lebih mencintai olahraga. Selain itu, hadirnya ratusan peserta tentu memberikan dampak positif bagi geliat ekonomi warung-warung kecil milik warga sekitar," ujar Bapak Asep Rahmat (Kang Jefry) saat ditemui di lokasi pertandingan.
Beliau juga menambahkan bahwa di bawah kepemimpinannya, Desa Cibatu akan terus terbuka terhadap kegiatan-kegiatan positif yang mampu mengangkat nama daerah sekaligus memfasilitasi bakat-bakat terpendam masyarakatnya.
Visi Besar Bupati Sukabumi di Tanah Cibatu
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi, Bupati H. Asep Japar, untuk membuka acara secara langsung memberikan prestise tersendiri bagi warga Desa Cibatu. Kehadiran beliau menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu pilar pembangunan karakter bangsa di Sukabumi.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pemilihan lokasi di tingkat desa seperti di Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, adalah langkah strategis untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
"Pemerintah Daerah memiliki komitmen yang tidak tergoyahkan dalam mendukung pengembangan bakat-bakat muda. Kita ingin dari Desa Cibatu ini, lahir bibit-bibit atlet yang kelak tidak hanya jago di kandang, tapi siap kita kawal menuju level nasional bahkan internasional," tegas H. Asep Japar. Simbolis pemukulan bola servis pertama oleh Bupati menandai dimulainya babak baru pembinaan atlet tenis meja yang lebih serius.
Bedah Kompetisi: Antusiasme 500 Atlet dari 34 PTM
Ketua Panitia Penyelenggara, Mahdi Abdul Hadi, mengungkapkan bahwa skala turnamen tahun ini jauh melampaui ekspektasi awal. Sebanyak 34 Persatuan Tenis Meja (PTM) dari berbagai pelosok Sukabumi mengirimkan perwakilan terbaik mereka ke Desa Cibatu.
Panitia membagi kompetisi ke dalam tiga kategori utama untuk memastikan persaingan yang sehat dan adil:
• Divisi D (350 Atlet): Kategori ini merupakan yang terbesar, diikuti oleh para talenta baru dan pemain amatir berbakat yang ingin menguji nyali mereka di turnamen resmi.
• Divisi C (150 Atlet): Diisi oleh pemain yang sudah memiliki jam terbang menengah dengan teknik yang sudah mulai matang.
• Divisi A (20 Atlet): Kasta tertinggi atau kelas elite yang mempertemukan para maestro tenis meja Sukabumi, menyuguhkan tontonan teknik top spin dan smash yang memukau.
"Kemenangan sejati bukan hanya soal piala, tetapi tentang pembangunan karakter, disiplin, dan rasa bangga sebagai putra daerah. Setiap pukulan bola di atas meja hijau ini adalah simbol dari kerja keras mereka selama berlatih," ujar Mahdi menambahkan.
Dampak Ekonomi dan Sport Tourism di Desa Cibatu
Selama tiga hari perhelatan, ekonomi mikro di sekitar Kampung Cibolang Kidul bergerak sangat dinamis. Konsep Sport Tourism atau wisata olahraga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Warung-warung kopi, penjual makanan kecil, hingga jasa parkir dadakan dipenuhi oleh pengunjung.
Sinergi antara kebijakan Kepala Desa Asep Rahmat (Kang Jefry) dengan panitia pelaksana memastikan bahwa ketertiban tetap terjaga meski ribuan orang memadati area desa. Hal ini membuktikan bahwa desa di Sukabumi memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menyelenggarakan event bergengsi jika dikelola dengan semangat gotong royong.
Pentingnya Sportivitas dan Masa Depan Tenis Meja
Satu pesan yang terus digaungkan sepanjang turnamen adalah mengenai sportivitas. Tenis meja adalah olahraga yang menuntut kejujuran dan kecepatan berpikir. Panitia sangat menekankan agar setiap atlet menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, baik kepada sesama pemain maupun kepada keputusan wasit.
Bupati Asep Japar dan Kang Jefry sependapat bahwa melalui olahraga, mentalitas juara yang sehat akan terbentuk. Generasi muda yang terbiasa berkompetisi secara jujur di meja tenis meja akan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Penulis: DSU
