NASIONAL KINI | SUKABUMI – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan intimidasi serta pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di MTs Gandasoli menjadi viral di media sosial pada Kamis (5/2/2026). Menyikapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian dari Polres Sukabumi melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait pada Jumat (6/2/2026).
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait isi video dan dugaan pemotongan dana PIP. Adapun pihak yang dipanggil antara lain Kepala Sekolah MTs Gandasoli Duduh Darusalam, Operator MTs Gandasoli Fahmi, serta orang tua murid yang memviralkan video tersebut, Johan atau yang dikenal dengan sebutan Bang Jey.
Operator MTs Gandasoli, Fahmi, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya bersama Kepala Sekolah dan Johan telah memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan di Polres Sukabumi pada Jumat (6/2/2026).
"Benar, saya, Pak Duduh, dan Pak Johan sudah dipanggil ke Polres Sukabumi dan kemarin sudah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, dalam pemeriksaan tersebut pihak kepolisian menanyakan secara rinci terkait adanya pemotongan dana PIP. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional, di antaranya biaya transportasi anak-anak sekolah dalam pengambilan dana PIP ke Bank BRI Citepus yang jaraknya cukup jauh dari Mts Gandasoli, pembelian materai, serta sebagian dialokasikan untuk kegiatan sekolah seperti biaya kenaikan kelas atau samenan.
"Semua sudah kami jelaskan apa adanya kepada pihak kepolisian terkait penggunaan dana tersebut," jelasnya.
Fahmi menambahkan, setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan, pihak kepolisian menyatakan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan.
"Alhamdulillah, dari pihak kepolisian menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah selesai," pungkasnya.
Penulis: Ismet
