NASIONAL KINI | SUKABUMI - Gelombang kritik terhadap kualitas infrastruktur di Kabupaten Sukabumi kini memasuki babak baru. Pasca mencuatnya kerusakan jalan di jalur wisata Cibeureum – Goalpara, Kecamatan Sukaraja, yang baru seumur jagung, DPC PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) Sukabumi Raya menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan rutin terhadap seluruh proyek pembangunan di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saat menelusuri hari Selasa, tanggal (03/02/2026).
Kasus jalan berlubang di jalur menuju Goalpara Tea Park yang dikerjakan oleh CV Artha Keradenan senilai Rp393.195.497 menjadi pematik utama gerakan pengawasan ini.
Rizal Pane: "Team PWRI Akan Terus Melakukan Pengecekan"
Ketua DPC PWRI Sukabumi Raya, Rizal Pane, menegaskan bahwa fungsi pers tidak hanya sekadar memberitakan, tetapi juga memastikan pembangunan tepat guna. Ia menjamin bahwa timnya akan lebih intensif turun ke lapangan guna memantau proyek-proyek yang bersumber dari APBD maupun dana pusat.
"Kita dari Team PWRI akan terus cek berbagai pengerjaan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari Media Sosial Kontrol buat masyarakat, agar kedepannya menjadi lebih baik tentunya," pungkas Rizal Pane dengan tegas, Selasa (3/2).
Pernyataan ini menjadi sinyal peringatan bagi para kontraktor dan Dinas terkait agar tidak lagi bermain-main dengan kualitas pengerjaan. Rizal menambahkan bahwa masyarakat seringkali menjadi pihak yang paling dirugikan jika sebuah proyek fisik dikerjakan secara asal-asalan.
Sorotan Tajam: Baru Dua Bulan Sudah 'Bonyok'
Kegeraman Rizal Pane dan warga sekitar bermula dari proyek berkode PRJNP 24. Meskipun Surat Perintah Kerja (SPK) baru terbit pada 14 November 2025, nyatanya di bulan Februari 2026, kondisi jalan sudah kembali dipenuhi lubang maut.
"Harus ada kejelasan kenapa bisa rusak belum juga satu tahun, artinya diduga pengerjaan asal-asalan, ataukah karena faktor cuaca, kontrol pihak PU bagaimana terkait ini semua?" tandas Rizal Pane sebelumnya.
Menurutnya, alasan "faktor cuaca" tidak bisa diterima begitu saja. Jika tim pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menjalankan fungsinya dengan ketat, pengerjaan pengaspalan (hotmix) di tengah hujan deras seharusnya tidak diizinkan karena secara teknis akan merusak kualitas aspal.
Tokoh Masyarakat Apresiasi Langkah PWRI
Langkah PWRI Sukabumi Raya ini mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat, Pak Haji Nurdin. Beliau merasa suara warga kini memiliki wadah yang lebih kuat untuk sampai ke telinga pengambil kebijakan di tingkat kabupaten.
"Masa penambalan jalan baru dikerjakan November, sudah bolong lagi di Januari. Kami warga sangat berterima kasih jika ada pihak seperti PWRI yang mau mengawal ini. Jangan sampai anggaran ratusan juta menguap begitu saja sementara jalan tetap rusak," tutur Pak Haji Nurdin.
Dampak Luas: Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Jalur Cibeureum – Goalpara bukan sekadar akses antar-desa, melainkan jalur emas pariwisata. Rusaknya jalan ini berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan kebun teh Goalpara.
Infrastruktur yang buruk di jalur wisata diyakini dapat:
• Menurunkan Minat Kunjungan: Wisatawan akan memberikan ulasan buruk mengenai aksesibilitas.
• Meningkatkan Risiko Kecelakaan: Mengingat jalur Goalpara yang menanjak dan berkelok, lubang jalan adalah ancaman nyata bagi keselamatan pengendara.
• Menghambat Distribusi: Mobilitas warga Sukaraja menuju pusat kota menjadi terganggu dan biaya perawatan kendaraan meningkat.
PWRI Sebagai Garda Terdepan Kontrol Sosial
Dengan kehadiran Team PWRI yang akan melakukan pengecekan berkala, diharapkan transparansi proyek di Kabupaten Sukabumi meningkat. Rizal Pane mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pengerjaan proyek pemerintah yang tidak sesuai spesifikasi.
"Kami berdiri bersama masyarakat. Kontrol sosial ini bertujuan agar ke depan, setiap rupiah yang dikeluarkan Pemkab benar-benar menjadi infrastruktur yang awet dan berkualitas bagi kemajuan Sukabumi," tutup Rizal.
Hingga saat ini, publik masih menanti respons resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi terkait perbaikan jalur Goalpara di bawah masa pemeliharaan CV Artha Keradenan.
Penulis: DSU
