NASIONAL KINI | SUKABUMI - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Sukabumi di tingkat internasional. Ujang Supriatin, warga Palabuhanratu yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSP Maritim-KSPSI), dipercaya menjadi bagian dari Delegasi Buruh Indonesia dalam International Labour Conference (ILC) ke-114 yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss.
Konferensi yang berlangsung pada 1 hingga 14 Juni 2026 tersebut dihadiri oleh delegasi dari 187 negara anggota ILO yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Forum ini merupakan sidang tertinggi organisasi perburuhan dunia dalam merumuskan berbagai kebijakan dan standar ketenagakerjaan internasional.
Meski berhasil mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat, Ujang Supriatin mengaku hingga kini belum merasakan adanya perhatian maupun apresiasi dari pemerintah daerah terhadap kiprah yang dijalaninya di tingkat global.
Menurutnya, menjadi delegasi Indonesia dalam forum internasional bukanlah hal yang mudah. Keikutsertaannya merupakan bagian dari perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan buruh Indonesia, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya pekerjaan yang layak dan berkeadilan.
Pada hari kedua pelaksanaan ILC ke-114, Ujang mengikuti sejumlah sidang komite strategis yang membahas berbagai isu ketenagakerjaan global. Salah satunya adalah Committee on the Application of Standards (CAN), yang membahas penerapan konvensi dan rekomendasi ILO oleh negara-negara anggota.
Selain itu, ia juga terlibat dalam Standard Setting Committee (CNP) yang membahas penyusunan standar internasional mengenai pekerjaan layak dalam ekonomi platform atau platform economy, seiring berkembangnya model kerja berbasis aplikasi digital yang kini menjadi perhatian dunia.
Sementara itu, Recurrent Discussion Committee (CD-R) membahas penguatan dialog sosial, tripartisme, dan kebebasan berserikat sebagai fondasi hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan. Adapun General Discussion Committee (CDG) fokus pada pembahasan kemajuan transformasi kesetaraan gender di dunia kerja guna mendorong kesempatan yang setara bagi seluruh pekerja tanpa diskriminasi.
Berbagai sidang tersebut berlangsung di sejumlah lokasi penting di Jenewa, termasuk Palais des Nations yang merupakan markas United Nations Office at Geneva (UNOG), kantor pusat ILO atau Bureau International du Travail (BIT), serta Geneva International Conference Centre (CICG).
Sebagai bagian dari Delegasi Pekerja Indonesia yang berada di bawah naungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Ujang menilai keikutsertaan dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk menyerap perkembangan standar ketenagakerjaan dunia sekaligus memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia di tingkat global.
"Melalui forum ILC ke-114 ini, kami dapat mengikuti secara langsung perkembangan kebijakan ketenagakerjaan dunia, terutama terkait pekerjaan layak, dialog sosial, kebebasan berserikat, dan kesetaraan gender. Hasil pembahasan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia," ujar Ujang.
Keikutsertaan Ujang Supriatin dalam konferensi internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sukabumi. Kiprah putra daerah di forum dunia ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka perhatian pemerintah daerah terhadap potensi dan kontribusi warganya yang berprestasi di tingkat internasional.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

