NASIONAL KINI | TANGGAMUS – Polemik dugaan penjualan sapi milik BUMDes di Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan publik.Kamis 28 Mei 2026
Kali ini, Bendahara Pekon Datar Lebuay, Sopian, diduga mengelabui wartawan saat dimintai penjelasan terkait keberadaan dan pengelolaan sapi milik BUMDes tersebut.
Sejumlah awak media yang mencoba melakukan konfirmasi terkait informasi penjualan sapi BUMDes mengaku mendapatkan jawaban yang berubah-ubah dan dinilai tidak transparan. Dugaan tersebut semakin menguat setelah muncul perbedaan keterangan antara pihak pekon dan pengurus BUMDes terkait jumlah sapi, proses penjualan, hingga penggunaan hasil penjualan sapi tersebut.
Sebelumnya, masyarakat juga menyoroti dugaan penjualan 7 ekor sapi milik BUMDes tanpa adanya musyawarah bersama warga maupun pengurus terkait. Bahkan, satu ekor sapi disebut telah disembelih dan dagingnya dijual kepada masyarakat dengan harga Rp130 ribu per kilogram.
Warga menilai penjelasan yang disampaikan bendahara pekon terkesan berbelit-belit dan tidak memberikan kejelasan terkait aset BUMDes yang seharusnya dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Masyarakat berharap aparat terkait, baik Inspektorat Kabupaten Tanggamus maupun pihak penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar pengelolaan aset desa dan dana BUMDes dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat
Kecamatan Air Naningan.
Warga meminta pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap dugaan persoalan pengelolaan aset desa yang dinilai merugikan masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap pengurus pekon maupun BUMDes.
Penulis: Lukman
