NASIONAL KINI | SUKABUMI – Dinamika organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sukabumi memasuki babak baru. Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kabupaten Sukabumi secara resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang penuh khidmat di Gedung BK3D Cibadak pada Jumat (13/02/2026).
Momentum ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan pernyataan sikap organisasi untuk bertransformasi menjadi pilar pembangunan daerah yang solid dan progresif.
Dalam forum tertinggi tingkat cabang tersebut, Asep Kumara terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BPPKB Banten Kabupaten Sukabumi. Dengan mandat baru di pundaknya, Asep membawa visi besar yang ia sebut sebagai semangat "Mubarokah", sebuah komitmen untuk membawa organisasi bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan Sukabumi.
Arah Baru di Bawah Kepemimpinan Asep Kumara
Pasca penetapan dirinya sebagai ketua terpilih, Asep Kumara tidak membuang waktu. Dalam wawancara eksklusif bersama awak media, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah pembenahan rumah tangga organisasi melalui konsolidasi internal.
"Langkah pertama yang akan saya ambil adalah melakukan konsolidasi internal. Saya ingin merangkul seluruh anggota BPPKB Banten di Kabupaten Sukabumi tanpa terkecuali. Kita harus kompak, kita harus bersatu. Tanpa kesatuan di dalam, mustahil kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luar," tegas Asep dengan nada optimistis.
Asep menyadari bahwa sebagai salah satu organisasi massa terbesar, potensi yang dimiliki BPPKB Banten sangatlah masif. Namun, potensi tersebut hanya akan menjadi kekuatan jika dikelola dengan manajemen organisasi yang modern dan harmonis.
Target Ambisius: Ekspansi 47 Kecamatan Sebelum Akhir Tahun
Salah satu sorotan utama dalam Muscab kali ini adalah target ekspansi struktur organisasi yang terbilang berani. Asep Kumara mengungkapkan fakta bahwa saat ini baru terdapat 15 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang aktif dari total 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi.
"PR (Pekerjaan Rumah) besar kami saat ini adalah pemerataan struktur. Dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, baru 15 yang memiliki PAC. Target saya, kita akan melakukan 'kejar tayang' hingga akhir tahun 2026 untuk membentuk PAC di seluruh kecamatan," jelasnya.
Rencana ekspansi ini memiliki tujuan strategis:
• Representasi Desa: Memastikan kehadiran BPPKB Banten hingga ke tingkat 368 desa di Sukabumi.
• Kaderisasi Tangguh: Mencetak kader-kader yang memiliki militansi tinggi namun tetap mengedepankan intelektualitas dan etika.
• Pelayanan Masyarakat: Mempercepat jalur koordinasi jika ada masyarakat di pelosok yang membutuhkan bantuan atau pendampingan organisasi.
Asep menekankan bahwa proses pembentukan PAC baru ini tidak akan dilakukan sembarangan. Ia menjamin proses seleksi kepemimpinan di tingkat kecamatan akan melalui jalur kaderisasi yang ketat untuk memastikan bahwa yang terpilih adalah sosok yang berpotensi dan sejalan dengan visi DPC.
Pesan Kuat H. Munin, SE: Kepemimpinan Adalah Tanggung Jawab
Acara Muscab ini juga dihadiri langsung oleh tokoh sentral organisasi, yakni Ketua DPD BPPKB Banten Jawa Barat, H. Munin, SE. Dalam sambutannya yang menggelegar, H. Munin memberikan wejangan yang mendalam mengenai hakikat kepemimpinan di tubuh BPPKB Banten.
Menurut H. Munin, seorang ketua tidak boleh hanya bangga dengan atribut dan jabatan. Ia menegaskan tiga poin krusial yang harus dijaga:
1. Penguatan Soliditas dan Harmonisasi
H. Munin menekankan bahwa periode mendatang harus jauh lebih solid dibandingkan masa-masa sebelumnya. Konflik internal harus diredam dengan dialog, dan ego sektoral harus dibuang demi kepentingan bersama.
2. Sinergi Struktur yang Selaras
Ia meminta agar tidak ada "kerajaan kecil" di dalam organisasi. Visi dari DPD harus sampai ke DPC, dan visi DPC harus diterjemahkan dengan baik oleh PAC hingga tingkat Unit. Keselarasan ini penting agar organisasi bergerak dalam satu komando yang jelas.
3. Menjaga Marwah dengan Aksi Nyata
"Jaga nama baik BPPKB Banten di tengah masyarakat. Kita bukan organisasi yang hanya pandai berkumpul, tapi kita harus dikenal karena aksi nyata yang positif. Bantu masyarakat, kawal pembangunan, dan jadilah solusi bagi lingkungan sekitar," pesan H. Munin kepada pengurus baru.
Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Isu sosial, ekonomi, dan politik di Jawa Barat, khususnya Sukabumi, memerlukan respon organisasi yang cerdas dan cepat.
Visi MUBAROKAH: Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Menutup pernyataannya, Asep Kumara meluncurkan jargon perjuangannya: MUBAROKAH (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah). Jargon ini bukan sekadar kata-kata indah, melainkan peta jalan (roadmap) bagi BPPKB Banten Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun ke depan.
• Maju: Mendorong anggota untuk melek teknologi dan perkembangan ekonomi.
• Unggul: Memastikan kader BPPKB memiliki kompetensi yang lebih baik dalam berbagai bidang.
• Berbudaya: Tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan kearifan lokal Sukabumi serta marwah Banten.
• Berkah: Memastikan setiap kegiatan organisasi memberikan manfaat dan nilai ibadah bagi sesama.
Asep secara terbuka mengajak jajaran Pemerintahan Desa, Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati untuk bersinergi. "Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah. Kami siap berkolaborasi untuk membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik. BPPKB Banten hadir untuk mendukung program-program yang pro-rakyat," pungkasnya.
Suasana Muscab yang Khidmat
Berlangsung di Gedung BK3D Cibadak, acara ini dihadiri oleh ratusan perwakilan dari berbagai PAC, jajaran Forkopincam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), serta tokoh masyarakat setempat. Kendati dipenuhi oleh kader berseragam hitam khas organisasi, suasana tetap kondusif, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan.
Kehadiran tamu undangan penting lainnya menunjukkan bahwa BPPKB Banten memiliki posisi tawar yang diperhitungkan dalam peta organisasi kemasyarakatan di Sukabumi. Keberhasilan Muscab ini menjadi bukti bahwa proses demokrasi internal organisasi berjalan dengan sehat.
Kesimpulan dan Harapan Masyarakat
Dengan terpilihnya Asep Kumara dan rencana ekspansi ke 47 kecamatan, publik kini menanti kiprah nyata BPPKB Banten Kabupaten Sukabumi. Transformasi dari organisasi yang berbasis massa menjadi organisasi yang berbasis kontribusi pembangunan adalah tantangan besar yang harus dijawab.
Jika komitmen "Mubarokah" ini benar-benar dijalankan, maka BPPKB Banten bukan hanya akan menjadi organisasi yang besar secara kuantitas, tetapi juga disegani karena kualitas dan kebermanfaatannya bagi warga Sukabumi.
Penulis: DSU
