Iklan

,

Iklan

.

Insiden Dugaan Keracunan MBG di Loji, Pengelola Sampaikan Permohonan Maaf dan Klarifikasi

REDAKSI
Kamis, 29 Januari 2026, 12.15.00 WIB Last Updated 2026-01-29T05:15:44Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI – Menyusul dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Desa Loji dan Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, pihak pengelola dapur MBG Loji menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.


Asisten Lapangan (Aslap) sekaligus Humas dapur MBG Loji, Yayan, secara pribadi dan atas nama tim menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kelalaian yang terjadi.


“Kami atas nama asisten lapangan memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat MBG dapur Loji atas kejadian ini,” ujar Yayan.


Ia menjelaskan, pihak dapur MBG sebenarnya telah memiliki jalur koordinasi tetap dengan pihak sekolah. Setelah menerima laporan dari sekolah bahwa tahu yang disajikan diduga sudah basi, pihaknya langsung menyarankan agar menu tersebut tidak dikonsumsi.


“Kami sudah menyampaikan agar makanan tersebut tidak dimakan, dan kami berencana mengganti menu tersebut pada hari berikutnya dengan porsi dobel,” jelasnya.


Yayan juga memaparkan bahwa pada tahap distribusi terakhir, saat pengantaran ke SD Babakan Astan, petugas langsung kembali ke kendaraan setelah menurunkan makanan. Menurutnya, pihak dapur merasa cukup tenang karena proses pengawasan telah dipercayakan kepada tenaga ahli yang memiliki sertifikasi.


“Namun kemungkinan tetap ada unsur kelalaian. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.


Terkait bahan makanan, khususnya tahu, Yayan menegaskan bahwa produk tersebut diperoleh dari pemasok dalam kondisi sudah matang, tanpa melalui proses pengolahan tambahan di dapur MBG.


“Tahu kami terima sudah matang dari supplier. Kami hanya melakukan pengemasan, tidak ada proses pengolahan lagi,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpenan, Ade, menyampaikan bahwa penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Kabupaten Sukabumi.

“Untuk penyebab pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium yang dijadwalkan keluar hari ini,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, jumlah warga yang mengalami gejala dan diduga keracunan menu MBG tercatat sebanyak 23 orang. Pihak puskesmas juga telah melakukan langkah proaktif dengan sistem jemput bola ke sejumlah sekolah di Desa Loji dan Sangrawayang untuk melakukan pemantauan serta memberikan bimbingan kesehatan.



Menanggapi insiden tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh.


“Pemkab Sukabumi akan menginstruksikan kepada SPPG dan seluruh puskesmas di Sukabumi untuk melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Bupati.


Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak terkait masih menunggu hasil resmi laboratorium sebagai dasar penetapan penyebab insiden dugaan keracunan tersebut.



Penulis: Dani Sanjaya Permas

Iklan