Iklan

,

Iklan

.

5.400 Pelajar Padati Kemah Nasional Pramuka PUI di Sukabumi, Kapolri Tekankan Bahaya Judi Online

REDAKSI
Jumat, 04 September 2026, 15.07.00 WIB Last Updated 2026-09-04T08:07:29Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI - Sebanyak kurang lebih 5.400 pelajar dari sejumlah provinsi di Indonesia memadati Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam kegiatan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2 hingga 4 September 2026, tersebut diikuti pelajar dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Utara.


Kemah Nasional Pramuka PUI diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan jiwa kepemimpinan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut hadir dan memberikan dukungan kepada ribuan peserta.


Listyo menilai kegiatan Pramuka merupakan wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter generasi muda sejak usia remaja.



"Saya tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka yang dari sejak usia masih remaja sudah mau ikut aktif di dalam gerakan Pramuka," ujar Listyo, Kamis (3/9/2026).


Menurutnya, kegiatan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter kebangsaan, semangat saling menolong, gotong royong, serta memperkuat persatuan.


"Saya kira ini adalah wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain," katanya.


Di hadapan para peserta, Listyo juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam praktik judi online (judol) yang kini semakin mudah diakses melalui internet.


Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilah dan menggunakan informasi secara bijak.


Menurutnya, salah satu celah yang perlu diwaspadai adalah munculnya tautan judi online yang disisipkan dalam berbagai permainan digital.



"Sebagai contoh, awal mula kita mungkin ingin

 belajar tentang game, kemudian bergeser game di situ ada permainan game yang kemudian mengarah pada judi online. Diam-diam kita coba-coba karena kita anggap game, akhirnya kita kecanduan, dan akhirnya kita terjebak untuk ikut judi online," jelasnya.


Listyo menegaskan, kemajuan teknologi informasi seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, terutama sebagai sarana memperoleh ilmu pengetahuan.


"Dengan menggunakan berbagai macam perangkat platform yang ada, kita bisa belajar apa saja yang ingin kita ketahui. Dan tentunya ini menjadi hal yang positif yang membuat kita semua bisa belajar tanpa harus belajar di luar kelas," tuturnya.


Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PUI Raizal Arifin mengatakan, kegiatan Pramuka diharapkan dapat menjadi salah satu benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman judi online dan pinjaman online.


Ia menyebut pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari visi PUI.


"Kami ingin sesuai dengan PUI ini memiliki Islah us-Samaniyah, ya. Islah us-Samaniyah ini adalah Islah ut-Tarbiyah, yaitu bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda. Mereka agar lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini. Sehingga mereka bisa jauh dari pinjol dan seterusnya," ujar Raizal.


Menurut Raizal, konsep kegiatan yang dilaksanakan secara outdoor juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan peserta.


Selain mendapatkan materi pendidikan karakter dan kebangsaan, para pelajar diajak berinteraksi langsung dengan alam sehingga diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap lingkungan.


"Kalau kita melakukan pembinaannya di indoor, di kelas, itu kan cukup membosankan. Sehingga kita membuat kegiatan outdoor sehingga mereka bisa lebih dekat dengan alam dan juga materi-materi bisa kita sampaikan lebih masuk kepada mereka," katanya.



Sukabumi Punya Sejarah Penting bagi PUI


Raizal menjelaskan, dipilihnya Sukabumi sebagai lokasi Kemah Nasional bukan tanpa alasan. Daerah tersebut memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjalanan PUI.


Dua tokoh pendiri PUI diketahui berasal dari Sukabumi, yakni KH Ahmad Sanusi, yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, serta Mr. R Syamsudin.


"Sukabumi ini bagi PUI adalah tempat yang paling bersejarah, setelah Majalengka. Jadi, PUI ini didirikan oleh tiga pendiri KH Abdul Halim dari Majalengka, KH Ahmad Sanusi, dan Mr. R Syamsudin," ungkap Raizal.


Ia menyebut KH Ahmad Sanusi dan Mr. R Syamsudin juga merupakan tokoh yang terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).


Karena itu, pelaksanaan Kemah Nasional di Sukabumi sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI.


"Ini adalah dua tokoh pendiri PUI yang juga sekaligus anggota BPUPKI, sehingga kita ingin menyapa sekaligus berkonsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI. Oleh karena itu, kita mengundang kemah Perkemahan Kebangsaan di Sukabumi," pungkasnya.


Penulis : Dani Sanjaya P. 

Iklan