NASIONAL KINI | LAMPUNG — SD Negeri 1 Way Jaha menggelar apel tematik yang mengangkat tema perlindungan anak, pencegahan kekerasan, serta pentingnya kecerdasan dan keamanan dalam menggunakan dunia digital.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa SD Negeri 1 Way Jaha. Apel juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan dan pendidikan anak.
Hadir dalam kegiatan tersebut, PPA Provinsi Lampung Fitri Agustin, perwakilan PPA Kabupaten Tanggamus, serta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Suparman, S.Pd.
Kepala SD Negeri 1 Way Jaha, Hari Purnomo, S.Pd.SD., M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan pentingnya membekali anak dengan keberanian untuk melindungi diri dan teman dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan yang terjadi di ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak-anak, namun harus diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan dan privasi. Siswa diingatkan agar tidak sembarangan memberikan foto atau video pribadi maupun membagikan data seperti alamat rumah, nomor telepon, foto identitas, dan informasi pribadi lainnya.
Dalam apel tersebut, siswa juga diajak menjadi “Pelopor dan Pelapor”. Artinya, tidak hanya berani melindungi diri, tetapi juga peduli ketika melihat teman mengalami tindakan kekerasan, pelecehan, intimidasi, maupun perlakuan yang tidak pantas.
“Melapor bukan aib. Melapor adalah tindakan berani,” menjadi pesan penting dalam kegiatan apel tematik tersebut.
Kepala sekolah juga mengajak para siswa untuk memegang teguh tiga pesan utama, yakni “Tubuhku milikku. Dataku milikku. Suaraku berharga.” Anak-anak diharapkan berani berkata tidak, berani melindungi diri, berani melindungi teman, serta berani melapor kepada guru, orang tua, atau pihak yang berwenang ketika menghadapi persoalan.
Kegiatan apel tematik ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan, sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berani, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Penulis: Lukman
