Iklan

,

Iklan

.

UGM dan UMY Perkuat Mitigasi Bencana di Simpenan, Peta Rawan Longsor hingga Alat EWS Dipaparkan

REDAKSI
Selasa, 12 Mei 2026, 01.11.00 WIB Last Updated 2026-05-11T18:11:35Z

NASIONAL  KINI | SUKABUMI — Upaya memperkuat mitigasi bencana di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi terus dilakukan. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Simpenan, Senin (11/5/2026), digelar kegiatan diseminasi hasil kajian pemetaan daerah rawan longsor dan banjir, sekaligus pengenalan alat Early Warning System (EWS) longsor hasil kolaborasi akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).


Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, BPBD Kabupaten Sukabumi, perangkat desa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penanggulangan dan mitigasi bencana di wilayah Kecamatan Simpenan.


Dalam pemaparannya, Hendy Setiawan selaku dosen Teknik Geologi UGM menjelaskan hasil observasi dan penelitian geologi yang telah dilaksanakan sejak Maret 2025. Kajian tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi berbasis ilmiah guna mengidentifikasi titik-titik rawan longsor dan banjir di wilayah Simpenan.



Selain pemaparan hasil penelitian, kegiatan juga diisi dengan pembagian peta rawan bencana kepada pemerintah kecamatan dan desa sebagai bahan acuan penanganan kebencanaan di lapangan. Tim peneliti turut menyerahkan alat Early Warning System (EWS) longsor serta menjelaskan fungsi dan tata cara penggunaannya kepada peserta yang hadir.


Sementara itu P2BK Kecamatan Simpenan, Dandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya longsor dan banjir yang kerap terjadi di wilayah selatan Sukabumi.


Masih di tempat yang sama, Mantri Polisi Kecamatan Simpenan, Jamzuri, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan bencana secara cepat dan tepat.


Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan hasil kajian geologi dan pemetaan kawasan rawan bencana dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan mitigasi yang lebih efektif, sehingga mampu meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material di masa mendatang.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan