NASIONAL KINI | KOTA CIMAHI — Ketua Sawarna Indonesia Bandung, Dandan Kusdani, S.H., yang akrab disapa King Sawarna, menghadiri acara Silaturahmi & Tasyakur Binni’mah Milangkala Ramandha Adhitiya Alam Syah (Abah Alam) ke-84. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di GOR Siliwangi (Balai Prajurit Siliwangi), Gunung Bohong, Kota Cimahi, Senin (4/5/2026).
King Sawarna dikenal sebagai pimpinan komunitas motor yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Bandung. Ia juga merupakan salah satu anak asuh dari Abah Alam (Adhitiya Alam Syah), sehingga kehadirannya dalam acara tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus silaturahmi.
Sebagai Ketua Sawarna Indonesia, King Sawarna menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, serta jati diri urang Sunda sesuai ajaran yang diwariskan oleh Abah Alam.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Abah Alam sebagai sosok orang tua, senior, sekaligus guru. Ia juga mendoakan agar Abah Alam senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang berkah.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sampurasun. Saya King Sawarna, atas nama Wadah Silaturahmi dan Persaudaraan Sawarna Indonesia, mengucapkan wilujeng milangkala kanggo Abah Alam. Semoga Abah selalu diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta kemudahan dalam segala urusan, baik dunia maupun akhirat,” ujar Dandan Kusdani.
Ia juga berharap ke depan Abah Alam bersama komunitas budaya lainnya di Bandung dapat terus bersinergi dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya di Jawa Barat.
“Abah adalah sosok panutan, terutama dalam pelestarian budaya dan kegiatan sosial. Semoga beliau selalu sehat dan terus membimbing generasi muda. Kami berharap Sawarna Indonesia, bersama elemen ormas, LSM, dan paguyuban lainnya, dapat semakin bersinergi dengan Abah Alam untuk membangun dan ngamumule lingkungan, khususnya di Jawa Barat,” tambahnya.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Wali Kota Cimahi Ngatiyana, perwakilan TNI-Polri, tokoh ormas dan LSM, budayawan Sunda, seniman, serta para ketua paguron pencak silat di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah, dengan menampilkan berbagai kesenian Sunda serta pembacaan puisi khusus yang dipersembahkan untuk Abah Alam.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

