NASIONAL KINI | BANDUNG - Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi genap berusia 80 tahun. Momentum bersejarah tersebut diperingati secara khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Mengusung tema “Siliwangi Mengabdi, Rakyat Terlindungi”, peringatan HUT ke-80 menjadi simbol kuat komitmen Kodam III/Siliwangi dalam menjaga pertahanan, keamanan, serta terus hadir di tengah masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, jajaran petinggi TNI-Polri, pimpinan satuan TNI, tokoh pemerintahan daerah, veteran, pejabat utama Kodam, para Dandim, perwira, bintara, tamtama, hingga unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Hadir pula petinggi Persib Bandung, Umuh Muchtar.
Suasana penuh kehangatan dan rasa bangga begitu terasa sepanjang acara. Delapan dekade perjalanan Siliwangi dinilai menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga menghadapi berbagai tantangan zaman modern.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa usia 80 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata ketahanan, loyalitas, dan pengabdian prajurit Siliwangi kepada bangsa dan negara.
“Selama 80 tahun, Kodam III/Siliwangi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sejarah Indonesia. Kami hadir menjaga kedaulatan wilayah, membantu masyarakat saat bencana, hingga mendukung pembangunan daerah. Semua itu dilandasi sumpah prajurit dan semangat Siliwangi Mengabdi, Rakyat Terlindungi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahirnya Kodam III/Siliwangi tidak lepas dari semangat perjuangan rakyat Pasundan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nama Siliwangi, kata dia, identik dengan nilai keberanian, kejujuran, disiplin, dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, karakter pasukan Siliwangi terbentuk melalui perjalanan panjang pengabdian, latihan, dan pengalaman di berbagai medan tugas. Karena itu, nilai persatuan, kepedulian, dan profesionalisme harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang, baik tradisional maupun nontradisional, Siliwangi harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan agar tetap menjadi kekuatan andalan dalam menjaga stabilitas wilayah,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh prajurit Kodam III/Siliwangi. Menurutnya, keberadaan Siliwangi memiliki arti besar bagi masyarakat Jawa Barat, tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah.
“Kehadiran Siliwangi selalu memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi masyarakat. Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah terbukti mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari penanganan bencana, menjaga ketertiban umum, hingga mendukung pembangunan sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Para petinggi TNI dan Polri yang hadir juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan persatuan antarunsur pertahanan serta keamanan negara. Kodam III/Siliwangi diharapkan terus menjadi teladan dalam menjaga profesionalisme, netralitas, dan kedekatan dengan masyarakat.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

