NASIONAL KINI | SUKABUMI – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei selalu menjadi momentum sakral untuk membakar kembali semangat nasionalisme dan gotong royong. Di Kota Sukabumi, atmosfer peringatan Harkitnas tahun ini terasa begitu dinamis dan penuh dengan positive vibes. Angin optimisme berembus kuat, membawa pesan bahwa kota ini siap melangkah lebih maju lewat tangan-tangan kreatif generasi mudanya menuju tatanan Sukabumi Bercahaya, sebuah komitmen untuk mewujudkan kota yang religius, nyaman, dan sejahtera, wawancara edisi khusus, hari Rabu, tanggal (20/05/2026).
Menanggapi momentum bersejarah ini, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Feri Sri Astrina, S.E., M.M., mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum milenial dan Generasi Z, untuk merefleksikan arti kebangkitan dalam tindakan nyata sehari-hari. Menurut beliau, kebangkitan nasional di era modern bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan perjuangan kolektif melawan rasa malas, keterbatasan skill, dan ketidaksiapan menghadapi era digital.
Refleksi Harkitnas Bersama Feri Sri Astrina: Optimisme dari Kota Mochi
Sebagai salah satu tokoh perempuan di unsur pimpinan legislatif, Feri Sri Astrina memandang Kota Sukabumi memiliki aset terbesar yang tidak ternilai harganya, yaitu sumber daya manusia (SDM) yang didominasi oleh usia produktif. Dengan latar belakang keilmuan di bidang manajemen (M.M.), beliau menekankan pentingnya pengelolaan potensi pemuda agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan membawa perubahan positif yang bersinar.
"Selamat Hari Kebangkitan Nasional untuk seluruh warga Kota Sukabumi tercinta! Hari ini adalah alarm pengingat bagi kita semua bahwa bangkit itu harus bersama-sama. Tidak ada yang ditinggalkan. Kita punya modal sosial yang kuat, budaya gotong royong yang kental, dan kreativitas tanpa batas. Mari kita jadikan momentum ini untuk melompat lebih tinggi menuju Sukabumi Bercahaya," ujar Feri Sri Astrina saat ditemui di gedung parlemen.
Beliau menambahkan bahwa keselarasan antara kebijakan pemerintah dan fungsi pengawasan serta penganggaran dari DPRD akan terus difokuskan untuk menciptakan ekosistem yang ramah bagi perkembangan pemuda, perempuan, dan pelaku usaha lokal.
Menularkan Positive Vibes dan Kebanggaan Lokal
Untuk bangkit, langkah pertama yang harus dilakukan oleh masyarakat Sukabumi adalah menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya sendiri. Kota Sukabumi yang terkenal dengan kehangatan warganya, kulinernya yang legendaris, serta komunitas kreatifnya yang menjamur, memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi kota percontohan.
Feri Sri Astrina mengajak masyarakat untuk membangun positive vibes mulai dari lingkungan terkecil, termasuk di media sosial. Menghindari hoaks, saling mendukung usaha tetangga, dan mempromosikan destinasi serta produk lokal Sukabumi adalah bentuk nasionalisme baru yang sangat berdampak pada perputaran ekonomi kreatif. Dengan cara ini, pancaran energi positif dari Sukabumi akan menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia.
Empat Pilar Fokus Strategis Menuju Kebangkitan Pemuda
Guna mewujudkan kebangkitan yang berdampak nyata, Feri Sri Astrina mendorong penguatan empat pilar fokus strategis yang harus diinternalisasi oleh generasi muda Sukabumi saat ini:
Pertama adalah Kemandirian Ekonomi. Generasi muda Sukabumi dituntut untuk mampu melahirkan technopreneur dan pelaku UMKM muda berbasis digital. Untuk mendukung hal ini, pihak legislatif di DPRD berkomitmen mendorong program pelatihan kerja yang adaptif serta mempermudah akses modal usaha bagi para pemula.
Kedua adalah Peningkatan Kompetensi. Di era global, penguasaan soft skills seperti komunikasi, manajemen, dan kepemimpinan adalah hal mutlak. Oleh karena itu, Feri Sri Astrina menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal anggaran pendidikan dan pembangunan fasilitas ruang publik yang edukatif agar anak muda memiliki wadah belajar yang mumpuni.
Ketiga adalah Kelestarian Budaya. Bangkit dan modern bukan berarti melupakan akar sejarah. Pemuda Sukabumi harus tetap menjaga nilai kesantunan dan kearifan lokal Sunda yang luhur. Pihak legislatif siap mendukung penuh melalui regulasi dan anggaran kegiatan seni budaya lokal agar identitas kota tetap terjaga.
Keempat adalah Sinergi dan Kolaborasi. Kebangkitan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Anak muda harus aktif dalam organisasi, komunitas, dan aksi sosial. DPRD Kota Sukabumi berkomitmen untuk selalu membuka ruang aspirasi selebar-lebarnya agar ide-ide segar dari pemuda dapat diakomodasi dalam pembangunan kota.
Pesan Motivasi Feri Sri Astrina untuk Generasi Muda: "Kalian adalah Nahkoda Masa Depan"
Sebagai seorang pimpinan DPRD yang juga menaruh perhatian besar pada isu-isu kepemudaan, Feri Sri Astrina memberikan orasi motivasi yang membakar semangat bagi para pelajar, mahasiswa, dan komunitas kreatif di Kota Sukabumi. Menurutnya, gelar akademik atau latar belakang seseorang tidak akan berarti banyak tanpa adanya daya lentur (resilience) dan keberanian untuk mencoba hal baru.
"Untuk anak-anak mudaku di Kota Sukabumi—kalian yang hari ini sedang merintis usaha, kalian yang sedang belajar di bangku sekolah dan kuliah, maupun yang sedang berjuang mencari arah: Ingat, sejarah bangsa ini ditulis oleh tinta emas para pemuda! Jangan pernah merasa minder karena kita berada di kota yang sedang berkembang. Di era digital saat ini, ruang fisik bukan lagi pembatas.
Manfaatkan teknologi untuk menyerap ilmu, ciptakan inovasi, dan jangan takut menghadapi kegagalan. Kegagalan di masa muda adalah investasi terbaik untuk membentuk mental pemimpin di masa depan. Kalian bukan hanya penonton masa depan Kota Sukabumi, kalian adalah nahkodanya! Mari kita bersama-sama membawa kapal besar ini menuju visi Sukabumi Bercahaya," tutur Feri Sri Astrina dengan penuh optimisme.
Beliau juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu dan konsistensi. Kebangkitan tidak terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi dari disiplin-disiplin kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Aksi Nyata Setelah Peringatan Harkitnas
Menutup pesannya, Feri Sri Astrina mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Sukabumi untuk tidak membiarkan Harkitnas berlalu begitu saja sebagai seremonial di kalender. Perlu ada aksi nyata yang berkelanjutan, seperti gerakan membeli produk-produk dari UMKM lokal guna menguatkan ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan literasi digital agar internet dapat digunakan sebagai sarana belajar skill baru yang bernilai jual ekonomi.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara komunitas pemuda, akademisi, pengusaha, dan pemerintah harus terus dirajut untuk menuntaskan berbagai tantangan lokal, mulai dari kebersihan lingkungan hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026! Bersama Feri Sri Astrina, S.E., M.M., dan seluruh jajaran DPRD Kota Sukabumi, mari kita rapatkan barisan, satukan frekuensi positif, dan buktikan bahwa pemuda Sukabumi mampu bangkit, berdikari, dan membawa harum nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Sukabumi Bangkit, Sukabumi Bercahaya, Sukabumi Ngabakti!
Penulis: DSU
