NASIONAL KINI | SUKABUMI - Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Kampung Munjul, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (2/5/2026) sore. Seorang anak laki-laki bernama Harlan Arsyana Azlan (4) meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang galian septik tank yang terisi air hujan.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban tengah bermain bersama dua temannya di sekitar bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gegerbitung yang berada di area persawahan, tidak jauh dari lapangan sepak bola setempat.
Berdasarkan keterangan saksi, Sodari Uki (50) dan Saudara Parhan (15), korban diduga terpeleset saat berada di dekat lubang galian septik tank yang terletak di belakang bangunan koperasi. Lubang tersebut berukuran sekitar 4 meter x 2 meter x 2 meter dan dalam kondisi hampir penuh terisi air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Melihat kejadian itu, dua teman korban segera berlari meminta pertolongan warga. Mereka kemudian bertemu dengan seorang ibu rumah tangga dan seorang pelajar yang langsung menuju lokasi kejadian.
Salah satu saksi turun ke dalam lubang dan berhasil mengangkat korban dalam kondisi lemas. Korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat, namun karena tidak ada petugas, korban kemudian dilarikan ke rumah bidan di Desa Caringin. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaraan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Dari informasi yang dihimpun, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam dan kehabisan oksigen di dalam genangan air pada lubang tersebut.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengamanan area galian, terutama di lingkungan yang dekat dengan aktivitas warga dan anak-anak.
Sementara itu, Camat Gegerbitung, Sri Yuliani, S.IP., M.Si., menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kejadian seperti ini tentu tidak direncanakan oleh siapa pun. Setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di musim hujan. “Anak-anak harus selalu dalam pengawasan orang tua, terutama saat bermain di luar rumah. Lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan agar aman dari potensi bahaya,” tutupnya.
Penulis: Dani Sanjaya Permas
