Iklan

,

Iklan

.

10 Km Jalan Rusak di Jampang Tengah, Warga Tandu Pasien Pakai Sarung Demi Dapat Perawatan

REDAKSI
Rabu, 06 Mei 2026, 13.03.00 WIB Last Updated 2026-05-06T06:03:57Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI — Rusaknya akses jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 10 kilometer di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kembali menyulitkan warga. Seorang pasien bernama Sadi (60), warga Dusun Cidahu, terpaksa ditandu menggunakan kain sarung oleh warga untuk mendapatkan perawatan medis, Rabu (6/5/2026).


Proses evakuasi dilakukan secara manual karena kendaraan, termasuk ambulans, tidak dapat mencapai lokasi rumah pasien. Kondisi jalan yang rusak parah, berbatu, serta sulit dilalui menjadi kendala utama.


Salah satu warga, Galih, menjelaskan bahwa Sadi menderita penyakit komplikasi, seperti gangguan lambung, asam urat, dan penyakit lainnya, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.


“Karena jalan sudah lama rusak parah, dengan jarak sekitar 10 kilometer, ambulans tidak bisa masuk. Jadi kami bersama warga terpaksa menandu pasien ke titik yang bisa dijangkau kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.


Galih menambahkan, jalan tersebut merupakan jalan berstatus kabupaten. Meski sempat diperbaiki dengan pengaspalan sepanjang sekitar 200 meter, kondisinya kini kembali rusak, diduga akibat kualitas pengerjaan yang kurang maksimal.


“Memang sempat diaspal, tapi hanya sekitar 200 meter. Sekarang sudah rusak lagi. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” katanya.


Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan perbaikan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga perekonomian.


“Kami berharap jalan ini segera diperbaiki. Jangan sampai warga yang sakit harus terus ditandu seperti ini,” ucap Galih.


Ia juga mengungkapkan, kejadian serupa sebelumnya pernah dialami seorang ibu hamil yang harus ditandu akibat buruknya akses jalan. Keterlambatan penanganan medis saat itu menyebabkan bayi yang dikandung tidak tertolong.


Kondisi ini menjadi gambaran nyata masih terbatasnya infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan