Iklan

,

Iklan

.

SPPG Tonjong 1, Simbol Kebersamaan dan Pemberdayaan di Bulan Ramadan

REDAKSI
Minggu, 01 Maret 2026, 18.35.00 WIB Last Updated 2026-03-01T11:35:27Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI – Deru kendaraan di jalur utama Cibadak–Palabuhanratu sore itu seakan meredup oleh suasana hangat yang terpancar dari Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi) Tonjong 1, Kabupaten Sukabumi. Di tempat inilah kegiatan bertajuk “Malam Minggu Berkah” digelar, menyatukan semangat berbagi dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.


Di aula SPPG Tonjong 1, suasana buka puasa berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Tidak ada jarak antara pimpinan dan pekerja. Ucup Junansyah selaku pemilik yayasan bersama Zulfat sebagai pengelola, turun langsung membagikan menu berbuka kepada para karyawan. Kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan utama dapur yang telah beroperasi selama enam bulan terakhir.


Rutin Berbagi, Perkuat Dampak Sosial

Zulfat menjelaskan, kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan setiap Sabtu selama Ramadan. Tujuannya tak lain untuk memperluas manfaat program bagi masyarakat sekitar.


“Kegiatan ini kami laksanakan setiap hari Sabtu di bulan Ramadan. Semoga membawa keberkahan dan manfaat bagi wilayah setempat,” ujarnya.


Sebelum kegiatan berbagi, para karyawan juga melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Zulfat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak berantai yang signifikan terhadap perekonomian lokal.


“Efeknya terasa ke berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan. Kami berkomitmen untuk terus mengawal agar program ini berjalan lancar dan manfaatnya semakin luas,” tambahnya.


Komitmen Mandiri dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Ucup Junansyah, pemilik Yayasan Peduli Lingkungan Bermanfaat, menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial seperti pembagian takjil dan buka bersama didanai dari dana pribadi, tanpa menggunakan anggaran negara.


“Alhamdulillah, semua kegiatan sosial ini kami gunakan dana pribadi. Kami ingin berbagi rezeki secara langsung dengan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena dapur tersebut mampu menyerap hingga 90 persen tenaga kerja dari warga sekitar Desa Tonjong. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

“Harapan kami, program ini terus berlanjut dan semakin berkembang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas lagi,” katanya.


Cerita dari Para Pekerja

Manfaat keberadaan dapur ini dirasakan langsung oleh Devi Nur Aliyah, karyawan bagian pemorsian yang telah bekerja selama enam bulan. Ia mengaku kehadiran SPPG Tonjong 1 sangat membantu perekonomian keluarganya.


“Dapur ini sangat membantu ekonomi keluarga saya. Suasananya juga hangat dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Renata Andani Putri, pekerja di SPPG Kertajaya 1 yang baru satu bulan bergabung. Lulusan SMA tersebut mengaku sempat kesulitan mencari pekerjaan sebelum akhirnya diterima bekerja di dapur tersebut.


“Mencari pekerjaan itu tidak mudah. Saya sangat bersyukur bisa bergabung di sini. Semoga ke depan SPPG semakin maju dan memberi manfaat lebih luas,” tuturnya.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan