NASIONAL KINI | SUKABUMI – Angin puting beliung menerjang bangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Talaga Dharmawangi, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya enam keluarga kehilangan tempat tinggal setelah bangunan yang mereka huni porak poranda.
Huntara yang beratapkan terpal biru dan bertiang bambu itu tidak mampu menahan terjangan angin kencang. Seluruh bagian bangunan dilaporkan rusak parah dan untuk sementara tidak dapat dihuni kembali.
Salah seorang warga setempat, Usep Supendi, mengatakan bahwa warga terdampak kini mengungsi di musala terdekat yang masih dalam kondisi utuh dan tidak terdampak angin puting beliung.
“Untuk sementara warga tinggal di musala karena bangunan huntara sudah rusak berat dan tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya.
Usep menjelaskan, huntara tersebut telah ditempati warga sejak direlokasi akibat bencana pergeseran tanah dan banjir yang terjadi pada 4 Desember 2024 lalu. Saat itu, para korban dipindahkan ke lokasi tersebut oleh relawan Wahana Muda Indonesia dan menetap hingga peristiwa angin puting beliung terjadi dini hari tadi.
“Sejak kejadian pergeseran tanah dan banjir pada 4 Desember 2024, warga direlokasi ke sini. Mereka sudah menetap cukup lama, namun tadi malam sekitar jam dua lebih, angin puting beliung datang dan menghancurkan semuanya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga sekitar pukul 11.08 WIB siang hari, belum ada bantuan langsung yang tiba di lokasi. Meski demikian, pihak desa, kecamatan, serta relawan disebut telah bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.
“Informasi sudah kami sampaikan ke pemerintah setempat. Mungkin karena kesibukan, bantuan belum tiba saat pagi tadi. Namun pihak desa dan kecamatan bersama relawan sudah mulai bergerak,” katanya.
Warga berharap adanya perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak, baik relawan maupun donatur, untuk membantu kebutuhan mendesak seperti makanan dan perlengkapan sehari-hari.
Mereka juga meminta perhatian pemerintah daerah, termasuk BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, hingga BNPB, agar dapat segera memberikan solusi hunian yang lebih layak dan permanen, bukan sekadar bersifat sementara.
“Kami berharap segera ada hunian yang layak untuk ditempati, bukan hanya sementara,” tutup Usep.
Penulis: Dani Sanjaya Permas
