Iklan

,

Iklan

.

Diduga Keracunan MBG, Camat Simpenan Geram: “Jangan Mainkan Nyawa Anak Sekolah”

REDAKSI
Rabu, 28 Januari 2026, 22.24.00 WIB Last Updated 2026-01-28T15:38:20Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menuai perhatian serius setelah sejumlah penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.


Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026. Sekitar pukul 16.00 WIB, empat orang yang terdiri dari guru dan siswa sekolah dasar terpaksa dilarikan ke Puskesmas setelah merasakan gejala tidak biasa usai menyantap makanan dari program MBG. Para korban mengeluhkan mual, pusing, muntah, hingga nyeri pada bagian perut.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, makanan tersebut dibagikan kepada satuan pendidikan di wilayah Simpenan pada hari yang sama. Namun beberapa jam setelah dikonsumsi, kondisi penerima manfaat justru memburuk hingga membutuhkan penanganan medis.


Pihak Puskesmas Simpenan membenarkan adanya pasien dengan indikasi gangguan pencernaan yang diduga bersumber dari makanan. “Keluhannya hampir seragam. Saat ini masih dalam observasi dan penanganan, kondisi pasien berangsur membaik,” ujar salah seorang petugas kesehatan.


Kejadian ini memicu keprihatinan dari pihak sekolah. Mereka meminta adanya evaluasi total terhadap sistem pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan. Menurut mereka, program pemenuhan gizi tidak boleh mengabaikan standar keamanan pangan.


“Tujuan program ini sangat baik, tapi keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik harus diutamakan. Jangan sampai manfaat berubah menjadi ancaman,” ungkap seorang guru.



Sorotan keras juga datang dari Camat Simpenan, Supendi. Ia menilai insiden ini sebagai persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi karena menyangkut keselamatan masyarakat, terutama peserta didik.


Supendi mengaku telah berulang kali mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya agar menjalankan program MBG dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam urusan makanan dapat berdampak fatal.

“Ini bukan soal administrasi atau laporan kegiatan. Ini menyangkut nyawa. Jangan pernah bermain-main,” tegasnya.


Menurut Supendi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis Presiden yang harus dijalankan dengan standar tinggi, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun sasaran penerima. Ia menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan demi keuntungan pribadi.


“Kalau terbukti ada pihak SPPG yang tidak bertanggung jawab, saya siap laporkan langsung ke Bupati Sukabumi. Ini kerugian nyata bagi warga kami,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan seluruh pelaksana MBG agar tidak berlindung di balik nama besar program nasional untuk menutupi kesalahan di lapangan. Forkopimcam, kata dia, telah berkali-kali melakukan koordinasi dan memberikan peringatan tegas dalam setiap rapat evaluasi.


“Program Presiden bukan tameng. Ini amanah. Kalau tidak sanggup menjalankan dengan benar, lebih baik mundur,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Supendi mengajak seluruh yayasan dan penyelenggara MBG untuk bekerja dengan niat tulus demi kepentingan generasi muda, bukan semata mengejar keuntungan.


“Program ini luar biasa dan harus kita jaga bersama. Jangan gadaikan masa depan anak-anak hanya demi keuntungan sesaat,” pungkasnya.



Penulis: Dani Sanjaya Permas

Iklan