NASIONAL KINI | SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Simpenan sejak Kamis malam hingga Jumat siang memicu terjadinya pergeseran tanah di Kampung Ci Engan, RT 001 RW 002, Dusun Ci Engan, Desa Cihaur. Akibatnya, satu unit rumah milik warga setempat ambruk pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Bangunan yang terdampak merupakan rumah milik Ayi Rohmat, yang sehari-hari tinggal bersama keluarganya. Menurut Ayi, kejadian tersebut berlangsung cepat setelah tanah di bagian belakang rumah menunjukkan tanda-tanda retakan sejak pagi. Namun, intensitas hujan yang terus meningkat membuat kondisi tanah tak lagi stabil.
“Dari semalam hujan tidak berhenti. Pagi tadi tanah sudah mulai retak, tapi siangnya langsung bergeser dan sebagian rumah saya ambruk,” tutur Ayi, yang masih terlihat syok saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa dirinya dan keluarga sudah sempat mengamankan beberapa barang sebelum bangunan runtuh.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat sebagian besar struktur bangunan mengalami kerusakan berat.
Mengetahui kejadian tersebut, Kepala Dusun Ci Engan, Rafi, bersama sejumlah perangkat Desa Cihaur, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Mereka memastikan area sekitar aman serta mengoordinasikan kebutuhan evakuasi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan P2BK Kecamatan Simpenan untuk langkah penanganan lebih lanjut. Saat ini yang terpenting adalah memastikan keselamatan warga dan menilai risiko longsor susulan,” ujar Rafi saat meninjau lokasi.
Di sisi lain, Kepala Desa Cihaur, Asep Permadi, mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi. Ia meminta warga yang tinggal di lereng bukit atau daerah rawan pergerakan tanah untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor.
“Musim hujan seperti sekarang ini sangat rawan. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan retakan tanah atau suara gemeretak dari struktur bangunan. Lebih baik mencegah daripada menunggu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Asep.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

