NASIONAL KINI | SUKABUMI – Angin segar berembus bagi para petani dan warga masyarakat di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh. Dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan nasional, program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) resmi dilaksanakan di wilayah tersebut, wawancara edisi khusus bersama Kades Gunungguruh, Panji Purnama Cahaya, hari Sabtu, tanggal (25/07/2026).
Program yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP Kelas I Bandung) ini memfokuskan pengerjaannya pada kegiatan OPLAH Non Rawa Tahun Anggaran 2026. Proyek infrastruktur pertanian ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp73.600.000,- (Tujuh Puluh Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) yang bersumber langsung dari dana APBN Pusat Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan saluran irigasi seluas 1 Unit (16 Hektar) ini dikerjakan dengan pola swakelola yang melibatkan keterlibatan aktif warga lokal, khususnya kelompok tani Poktan/Gapoktan Cita Daya. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan ini berlangsung sejak 12 Juni 2026 hingga 28 Desember 2026.
Mendorong Kemandirian Pertanian Melalui Swakelola
Pola pelaksanaan secara swakelola menjadi nilai plus tersendiri bagi masyarakat Desa Gunungguruh. Selain memastikan kualitas fisik bangunan irigasi terjaga sesuai kebutuhan riil di lapangan, sistem ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar yang turut dilibatkan dalam proses pengerjaannya.
Rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini dinilai sangat krusial. Air merupakan urat nadi bagi lahan pertanian; dengan tersedianya pasokan air yang lancar dan terbagi secara adil ke area persawahan seluas 16 hektar tersebut, para petani diproyeksikan dapat meningkatkan hasil panen secara optimal serta meminimalkan risiko gagal panen akibat kendala pengairan.
Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi dari Kepala Desa Gunungguruh
Menanggapi masuknya program bantuan RJIT dari Kementerian Pertanian ini, Kepala Desa Gunungguruh, Panji Purnama Cahyana, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait.
"Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga Desa Gunungguruh, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian RI serta Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian BPLIP Kelas I Bandung atas alokasi bantuan program RJIT ini," ujar Kepala Desa Gunungguruh, Panji Purnama Cahyana.
Menurut Panji Purnama Cahyana, perhatian dari pemerintah pusat sangat berarti bagi keberlangsungan hidup dan kesejahteraan para petani setempat yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.
Pesan dan Harapan untuk Masa Depan Pertanian Desa
Selain menyampaikan apresiasi, Kepala Desa Gunungguruh, Panji Purnama Cahyana, juga memberikan pesan khusus kepada para pengurus dan anggota kelompok tani Poktan/Gapoktan Cita Daya yang dipercaya mengelola dan merawat proyek ini.
"Pesan saya kepada Poktan Cita Daya dan seluruh warga, mari kita kerjakan program swakelola ini dengan penuh rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan ketelitian. Mari kita jaga serta pelihara jaringan irigasi ini bersama-sama setelah pembangunannya selesai nanti," tuturnya.
Panji Purnama Cahyana juga menaruh harapan besar bahwa hadirnya sarana pengairan yang direhabilitasi ini dapat menjadi pemicu kebangkitan produktivitas pertanian di Desa Gunungguruh.
"Harapan kami, dengan adanya perbaikan jaringan irigasi tersier seluas 16 hektar ini, tingkat produktivitas padi dan hasil tani warga Desa Gunungguruh dapat meningkat drastis. Semoga pasokan air menjadi lebih lancar, iklim pertanian semakin kondusif, dan kesejahteraan para petani beserta keluarganya dapat meningkat secara signifikan," pungkas Panji Purnama Cahyana penuh optimisme.
Sinergi Pemerintah dan Kelompok Tani Demi Masa Depan Berkelanjutan
Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Gunungguruh ini menjadi contoh konkret sinergi yang harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui pengawasan yang baik serta semangat gotong royong dari Poktan Cita Daya, pengerjaan yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang.
Ke depan, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Panji Purnama Cahyana, Desa Gunungguruh berpotensi menjadi salah satu percontohan desa mandiri pangan yang mampu mengelola infrastruktur pertaniannya secara efektif demi terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Penulis: DSU
