NASIONAL KINI | PRINGSEWU – Sengkarut permasalahan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, tampaknya kian berbuntut panjang. Setelah sebelumnya didera isu indisipliner oleh Plt. Kepala UPT (KUPT) Puskesmas, kini fasilitas kesehatan tersebut diterpa dugaan pelanggaran transparansi anggaran dan praktik lancung intervensi proyek oleh oknum pejabat teras.
Pantauan di lokasi menunjukkan pengerjaan pengecatan bangunan sedang berlangsung. Namun, tidak ditemukan adanya papan informasi proyek di area bangunan. Hal ini memicu dugaan kuat terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) serta regulasi teknis pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Transparansi proyek ini kian kabur setelah Hendra, selaku pemborong pengerjaan, mengeluarkan pengakuan mengejutkan. Ia mengklaim mendapatkan proyek senilai Rp20 juta tersebut langsung secara borongan dari seorang "Kepala Dinas".
"Dari kepala dinasnya. Pokoknya suruh kepala dinasnya putih semua, biar sama kayak Rumah Sakit," ungkap Hendra saat diwawancarai. Selasa, (21/7/2026)
Ironisnya, demi menekan modal dan meraup keuntungan lebih tinggi, Hendra secara blak-blakan mengaku memanipulasi bahan baku dengan menggunakan material non-standar yang mutunya diragukan.
"Borong global, 20 juta. Cat pakai No Drop yang oplosan, lebih murah. Cuma separo harga," aku Hendra tanpa beban.
Meski Hendra tidak merinci secara eksplisit instansi dinas yang dimaksud, publik menduga kuat keterlibatan tersebut mengarah pada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, mengingat proyek dikerjakan di fasilitas kesehatan jajaran Dinkes.
Sayangnya, upaya konfirmasi guna menegakkan asas keberimbangan berita (cover both sides) menemui jalan buntu. Hingga berita ini ditayangkan, baik Plt. KUPT Puskesmas Wates maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu kompak bungkam dan tidak merespons panggilan telepon serta pesan chat WhatsApp yang dikirimkan oleh awak media. Bungkamnya para pejabat ini kian mempertebal tanda tanya publik: Apakah benar ada oknum Kepala Dinas yang diam-diam "bermain" proyek?
Penulis: Lukman

