NASIONAL KINI | SUKABUMI – Pelaksanaan proyek pembangunan pagar SDN Cibalanak yang berlokasi di Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan. Saat dilakukan pemantauan awak media pada Rabu (22/7/2026), proyek tersebut terlihat tetap berjalan meski diduga minim pengawasan dari pihak pelaksana.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tidak terlihat pengawas maupun penanggung jawab dari CV Azkhara Cipta Kontruksi berada di lokasi. Saat itu, hanya terdapat dua orang pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan.
Salah seorang pekerja berinisial O mengaku pihak pelaksana jarang berada di lokasi proyek.
"Pihak CV Azkhara Cipta Kontruksi sedang tidak ada dan beliau jarang hadir mengawasi. Kalau kami kehabisan bahan bangunan baru pihak CV hadir menyediakan bahan-bahan yang diperlukan. Kalau tidak ada pesanan bahan bangunan, beliau tidak hadir di lokasi," ujarnya.
Selain minimnya pengawasan, awak media juga tidak menemukan banner kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di area proyek. Di sisi lain, para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana standar keselamatan kerja pada proyek konstruksi.
Saat dimintai konfirmasi mengenai tidak adanya banner BPJS Ketenagakerjaan dan pekerja yang tidak menggunakan APD, pihak CV Azkhara Cipta Kontruksi, melalui Raka, tidak memberikan tanggapan atas substansi pertanyaan. Ia justru mempersilakan agar temuan tersebut diberitakan.
"Teu nanaon, sok we apungkeun beritana," ucap Raka.
Di sisi lain, hasil pengamatan awak media terhadap pekerjaan plesteran pagar juga memunculkan dugaan adanya penurunan kualitas pekerjaan. Beberapa bagian plesteran terlihat rapuh dan diduga memiliki komposisi adukan yang kurang optimal. Sementara itu, pekerja tampak melakukan proses pengacian pada dinding pagar.
Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas hasil pekerjaan, mengingat pagar sekolah merupakan fasilitas yang diharapkan memiliki daya tahan dan keamanan dalam jangka panjang.
Awak media juga menyoroti dugaan tidak diterapkannya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), karena pekerja tidak dilengkapi APD maupun rompi proyek. Padahal, penerapan standar K3 merupakan bagian penting dalam setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Hingga sore hari, pengawas maupun penanggung jawab dari CV Azkhara Cipta Kontruksi tidak terlihat hadir di lokasi proyek. Berdasarkan keterangan yang diterima awak media, ketidakhadiran tersebut disebut karena lokasi tempat tinggal yang cukup jauh.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Azkhara Cipta Kontruksi belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan minimnya pengawasan, penerapan K3, maupun kualitas pekerjaan yang menjadi sorotan.
Penulis: Endang
