NASIONAL KINI | SUKABUMI – Di balik sejuknya hutan pinus di kawasan Tanjakan Nangka, Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, hadir sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda dari wisata pada umumnya. Berada di kawasan Perhutani, Saung Kopi Kolam Pinus Campaka kini tengah dirintis dan ditata menjadi kawasan wisata alam sekaligus wisata religi yang diprediksi menjadi daya tarik baru bagi para pengunjung.
Suasana asri dengan hamparan pohon pinus yang menjulang tinggi menjadi daya pikat utama. Di bawah rindangnya pepohonan tersebut, terdapat delapan kolam ikan yang menghadirkan nuansa tenang dan nyaman bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati secangkir kopi bersama keluarga maupun sahabat.
Tak hanya menawarkan panorama alam, lokasi ini juga memiliki nilai spiritual yang kuat. Di kawasan tersebut terdapat kompleks Makom Kramat yang dikenal masyarakat sebagai Sembilan Makom, yang selama ini menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah untuk berdoa dan mengenang para sesepuh yang diyakini memiliki jasa dalam penyebaran agama di wilayah tersebut.
Salah seorang pengurus Saung Kopi Kolam Pinus Campaka, Gopur, mengatakan konsep wisata yang dikembangkan merupakan perpaduan antara wisata alam, kuliner, dan religi agar masyarakat dapat menikmati suasana yang lengkap dalam satu kawasan.
"Di sini pengunjung bisa menikmati suasana hutan pinus, bersantai di saung sambil ngopi, menikmati kolam ikan, sekaligus berziarah ke Makom Kramat para sesepuh. Kami ingin tempat ini menjadi destinasi yang nyaman untuk semua kalangan," ujarnya.
Ke depan, rencananya pengelola juga akan menghadirkan berbagai fasilitas pendukung. Selain menyediakan ikan segar yang bisa dibeli langsung, pengunjung juga akan diberi kesempatan menikmati sensasi memancing di kolam yang telah disiapkan.
Tak hanya itu, wisatawan nantinya dapat memesan paket nasi liwet khas Sunda untuk dinikmati bersama keluarga maupun rombongan. Meski demikian, seluruh fasilitas tersebut masih dalam tahap penataan sehingga belum sepenuhnya dapat dinikmati.
"Insyaallah ke depan kami juga menyediakan paket nasi liwet dan berbagai fasilitas lainnya. Saat ini semuanya masih dalam proses penataan agar pengunjung merasa nyaman ketika datang," tambahnya.
Bagi pecinta aktivitas alam, kawasan ini juga direncanakan menyediakan area berkemah dengan konsep menyatu bersama hutan pinus. Meski kapasitasnya masih terbatas, lokasi tersebut diharapkan mampu menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di tengah alam yang sejuk dan tenang.
Pengelolaan kawasan wisata dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Pengelolaan kolam dilakukan oleh Nanan, Duduh, Gopur, Aep, dan Ujang Bonen, sedangkan pengelolaan Saung Kopi Kolam Pinus sekaligus pengurusan Makom Kramat dipercayakan kepada Aep dan Nanan.
Dengan konsep wisata alam, kuliner, dan religi yang berpadu dalam satu kawasan, Saung Kopi Kolam Pinus Campaka diharapkan mampu menjadi destinasi baru yang memperkaya pilihan wisata di Kabupaten Sukabumi. Meski masih dalam tahap pengembangan, pesona alamnya yang masih alami serta nuansa spiritual yang kental menjadikan tempat ini layak masuk dalam daftar tujuan wisata yang wajib dikunjungi.
Penulis: Ismet
