Iklan

,

Iklan

.

Mengenang Sang Penyebar Islam Cikurutug, Haul Akbar Mama KH Marzuqi Perkuat Ukhuwah Keluarga, H. Junajah: Warisan Keilmuan Harus Terus Dijaga

REDAKSI
Minggu, 07 Juni 2026, 20.07.00 WIB Last Updated 2026-06-07T13:07:06Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI – Ratusan keluarga besar, santri, tokoh agama, dan masyarakat menghadiri kegiatan Haul Akbar dan Silaturahmi Keluarga Besar Mama KH Marzuqi yang digelar di Pondok Pesantren Almarzuqiyyah, Kampung Cikurutug, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/6/2026).


Kegiatan yang mengusung tema "Meneladani Perjuangan, Merawat Sanad Keilmuan dan Mempererat Ukhuwah" tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Selain dihadiri para kiai, ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar keturunan Mama KH Marzuqi, tampak hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd.


Dalam kesempatan itu, Junajah Jajah Nurdiansyah menyampaikan bahwa kegiatan Haul Akbar tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua dalam skala besar, meskipun peringatan haul telah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh keluarga besar.


"Haul Akbar ini merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar. Penggagasnya adalah para sesepuh keluarga, termasuk Alm Haji Nurdin, Alm Haji Nurjen, Babah Uwoh, serta seluruh keluarga besar Mama KH Marzuqi. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya keluarga besar agar silaturahmi tetap terjaga," ujarnya.


Menurut Junajah, sosok Mama KH Marzuqi memiliki peran besar dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Cikurutug. Bahkan, dirinya menilai Mama KH Marzuqi sebagai sosok ulama yang sangat dihormati karena menjadi pelopor penyebaran agama Islam di daerah tersebut.


"Kalau saya menyebutnya beliau adalah seorang wali. Beliau merupakan tokoh pertama yang menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam di Cikurutug. Jasa dan perjuangannya sangat besar bagi masyarakat hingga saat ini," katanya.


Ia menambahkan, makna haul tidak hanya sebatas mengenang jasa  pendahulu, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan.


"Melalui haul ini yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang belum dekat menjadi dekat, yang belum kenal menjadi saling mengenal. Alhamdulillah hari ini keluarga besar dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Bandung, Tangerang, Palabuhanratu, dan daerah lainnya dapat berkumpul bersama," ungkapnya.



Sebagai bagian dari keluarga besar cucu cicit keturunan Mama KH Marzuqi, Junajah mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut karena mampu memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah keluarga yang memiliki latar belakang berbeda-beda.


"Yang terpenting kita tetap satu keluarga besar keturunan Mama KH Marzuqi. Semangat gotong royong dan persaudaraan harus terus dijaga. Alhamdulillah antusiasme keluarga dan masyarakat sangat luar biasa. Semua bergotong royong dan berpartisipasi demi terselenggaranya kegiatan ini," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Haul Akbar, Asep Kastolani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif para sesepuh keluarga yang ingin memperkuat ikatan silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan sang karuhun.


"Gagasan kegiatan ini berasal dari para sesepuh keluarga, terutama Babah Uwoh dan Aki Denis yang merupakan keturunan langsung Mama KH Marzuqi. Mereka ingin seluruh keluarga besar mengetahui dan mengenang sosok karuhun yang telah berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah ini," jelas Asep.


Ia menuturkan bahwa Haul Akbar tahun 2026 merupakan penyelenggaraan kedua dalam skala besar. Tradisi mengenang Mama KH Marzuqi sendiri telah berlangsung sejak beliau wafat dan kini telah mencapai sekitar 118 tahun.


"Insya Allah kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan beliau sekaligus mempererat tali persaudaraan keluarga besar," katanya.


Asep juga mengungkapkan bahwa Mama KH Marzuqi dikenal sebagai ulama karismatik yang memiliki kecintaan besar terhadap ibadah. Menurut cerita yang diwariskan keluarga, beliau telah lima kali menunaikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, dan pada perjalanan ke enam kali nya  beliau wafat di sana.


"Beliau merupakan ulama yang sangat dihormati masyarakat. Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam di Cikurutug, beliau juga meninggalkan warisan keilmuan dan keteladanan yang hingga kini masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.


Melalui kegiatan Haul Akbar tersebut, keluarga besar berharap nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan persaudaraan yang diwariskan Mama KH Marzuqi dapat terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus, sebagaimana tema yang diusung, yakni "Meneladani Perjuangan, Merawat Sanad Keilmuan dan Mempererat Ukhuwah".


Penulis: Ismet 

Iklan