Iklan

,

Iklan

.

Wali Kota Cimahi Apresiasi Abah Alam, Penggagas Tugu Kujang Papasangan di Usia ke-84

REDAKSI
Senin, 04 Mei 2026, 22.26.00 WIB Last Updated 2026-05-04T15:26:10Z

 


NASIONAL KINI | BANDUNG — Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P., menghadiri peringatan milad ke-84 Ramanda Adhitiya Alam Syah, yang akrab disapa Abah Alam, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan silaturahmi dan tasyakur bin nikmat tersebut digelar di GOR Prajurit Siliwangi, Gunung Bohong, Kota Cimahi.


Acara berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan. Suasana kekeluargaan terasa kental sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan eratnya ikatan persaudaraan yang telah terjalin.


Selain dihadiri Wali Kota Cimahi dan keluarga besar Kawargian Abah Alam, acara ini juga dihadiri perwakilan aparatur TNI dan Polri, para veteran dan purnawirawan, serta tokoh ormas, LSM, seniman, dan budayawan Sunda.


Dalam keterangannya kepada awak media, Ngatiyana menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Abah Alam, khususnya dalam bidang sosial dan budaya. Ia juga mendoakan agar Abah Alam senantiasa diberi kesehatan dan terus berkarya.


“Hari ini saya menghadiri ulang tahun ke-84 Abah Alam, seorang tokoh sosial budaya dari Jawa Barat bahkan nasional. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan bersama keluarga hingga anak cucu kita semua. Kita doakan semoga beliau selalu mendapat rahmat dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT,” ujarnya.


Ngatiyana juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama bersahabat dengan Abah Alam, bahkan sejak masih menjabat sebagai anggota dewan. Menurutnya, hingga kini Abah Alam tetap konsisten berkontribusi bagi Kota Cimahi.


Ia menambahkan, salah satu kontribusi penting Abah Alam adalah sebagai penggagas berdirinya Tugu Kujang Papasangan di kawasan Gunung Bohong.


“Abah Alam banyak berkontribusi sejak saya belum menjabat hingga sekarang. Beliau tetap konsen terhadap budaya dan kegiatan sosial. Perlu diingat, pencetus pembangunan Tugu Kujang Papasangan di Gunung Bohong adalah ide kami bersama. Kini, kujang seberat sekitar 1,5 ton itu berdiri megah sebagai simbol budaya Sunda,” ungkapnya.


Sementara itu, Abah Alam turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kerabat, sahabat, dan tamu undangan yang telah hadir dan mendoakannya di usia ke-84 tahun.


“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud syukur atas nikmat umur dan kesempatan yang diberikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir dan mendoakan. Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan lindungan dari Allah SWT,” ucapnya.


Lebih lanjut, Abah Alam menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga besar, serta menanamkan nilai kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung program strategis, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia Emas.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan