Iklan

,

Iklan

.

Semangat Harkitnas ke-118, Kapolsek Jampangkulon Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Cegah Kenakalan Remaja

REDAKSI
Rabu, 20 Mei 2026, 13.27.00 WIB Last Updated 2026-05-20T06:27:23Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kecamatan Jampangkulon berlangsung khidmat di halaman Kantor Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/5/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, didampingi Aiptu Catur. Upacara menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta menjaga kondusivitas wilayah di tengah masyarakat.


Dalam keterangannya, AKP Muhlis menyampaikan bahwa peringatan Harkitnas tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan menjaga persatuan bangsa.


“Makna Hari Kebangkitan Nasional saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di segala bidang, sekaligus menjaga sinergitas demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Jampangkulon,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada masyarakat dan para tokoh yang hadir. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama dan memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.


Kapolsek juga meminta para tokoh masyarakat agar lebih aktif mengingatkan warga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Langkah tersebut penting guna mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, geng motor, maupun tindakan kriminal lainnya.


Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks, isu SARA, maupun ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kerukunan bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan