NASIONAL KINI | SUKABUMI – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Lapang Perjuangan Bojong Kokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (19/04/2026).
Ribuan pasang mata menjadi saksi betapa kepedulian sosial masih menjadi denyut nadi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah hiruk-pikuk perayaan hari jadi ke-17 LSM Pandawa 16, hadir sosok legislator sekaligus tokoh masyarakat, Teddy Setiadi, yang memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut.
Perayaan milad kali ini bukan sekadar seremoni pertambahan usia organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi panggung bagi aksi nyata kemanusiaan melalui santunan kepada ratusan anak yatim. Kehadiran Teddy Setiadi di barisan terdepan seolah menegaskan bahwa politik dan pengabdian sosial adalah dua hal yang tak terpisahkan.
Kepedulian Tanpa Batas: Teddy Setiadi di Tengah Anak Yatim
Sebagai Penasehat LSM Pandawa 16, Teddy Setiadi menunjukkan sisi humanisnya yang kental. Ia tidak hanya duduk di kursi undangan, tetapi membaur langsung dengan ratusan anak yatim yang hadir. Pemandangan saat ia mengusap kepala anak-anak tersebut dan memberikan kata-kata motivasi menjadi momen paling menyentuh dalam acara tersebut.
Bagi Teddy, keberadaan anak yatim adalah tanggung jawab bersama. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan harus memiliki dampak langsung yang dirasakan oleh rakyat kecil. "Kehadiran kita di sini adalah untuk memberikan harapan. Di usia ke-17 ini, Pandawa 16 harus semakin matang dalam menebar manfaat," tutur sosok yang dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat ini.
Keterlibatan Teddy Setiadi bukan sekadar simbolis. Rekam jejaknya dalam berbagai aksi sosial di Sukabumi menjadikannya figur yang dipercaya mampu membawa energi positif bagi LSM Pandawa 16 untuk terus konsisten di jalur sosial dan budaya.
Milad ke-17: Transformasi Pandawa 16 Menuju Kematangan
Tujuh belas tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga swadaya masyarakat untuk bertahan dan terus eksis. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Salim, yang akrab disapa Abah Akek, LSM Pandawa 16 telah bertransformasi dari sekadar perkumpulan massa menjadi organisasi yang terstruktur dan memiliki visi jelas.
Perayaan yang dibalut dengan nuansa Halal Bihalal pasca-Lebaran ini juga menjadi ajang penguatan internal. Salah satu agenda krusial dalam acara tersebut adalah penyerahan SK Kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Hal ini menandakan ekspansi dan penguatan akar rumput organisasi agar semakin solid dalam menjalankan program-programnya.
Abah Akek dalam sambutannya menyatakan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang organisasi. "Alhamdulillah, perjalanan 17 tahun ini penuh dinamika. Hari ini, di Lapang Perjuangan ini, kita kembali meneguhkan komitmen untuk tetap satu komando dalam kebaikan," tegasnya.
Seni Budaya dan Sinergi Stakeholder
Selain aksi sosial, perayaan Anniversary ke-17 ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya Sunda. Hal ini selaras dengan pilar organisasi yang ingin melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Gelak tawa warga dan decak kagum penonton melihat atraksi seni menunjukkan bahwa Pandawa 16 berhasil menyatukan elemen sosial dan pelestarian budaya.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tampak hadir dalam jajaran undangan:
• Kapolsek Parungkuda, yang mengapresiasi ketertiban dan peran aktif LSM dalam menjaga kondusivitas wilayah.
• Perwakilan Kesbangpol, sebagai pembina organisasi kemasyarakatan di tingkat daerah.
• Jajaran Pengurus Pusat dan Anggota Pandawa 16 dari berbagai penjuru Sukabumi.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan organisasi masyarakat seperti ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam menciptakan ekosistem sosial yang harmonis.
Visi Masa Depan: Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Memasuki usia "sweet seventeen", LSM Pandawa 16 memiliki tantangan baru. Organisasi ini dituntut untuk tidak hanya menjadi pengawas atau kontrol sosial, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Abah Akek berharap seluruh anggotanya dapat meningkatkan kapasitas diri. "Pandawa 16 harus bangkit, kompak, dan maju. Kita harus mampu memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari masalah," tambahnya dengan penuh semangat.
Kehadiran figur penasehat seperti Teddy Setiadi memberikan arahan strategis bagi organisasi agar tetap berada di koridor hukum dan etika, sambil tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Tak hanya soal sosial dan organisasi, acara yang digelar di Lapang Perjuangan Bojong Kokosan ini juga membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi. Ratusan masyarakat yang memadati lapangan menciptakan perputaran ekonomi instan yang sangat membantu warga setempat. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan organisasi yang dikemas dengan baik dapat memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) bagi lingkungan sekitar.
Penutup: Doa dan Harapan untuk Sukabumi
Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan bagi keluarga besar Pandawa 16 dan kemajuan bagi Kabupaten Sukabumi. Langit Bojong Kokosan sore itu menjadi saksi semangat baru yang diusung oleh Teddy Setiadi, Abah Akek, dan seluruh keluarga besar Pandawa 16.
Dengan semangat "Satu Komando", LSM Pandawa 16 kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Di tangan pemimpin yang peduli dan anggota yang solid, organisasi ini diprediksi akan terus tumbuh menjadi pilar penting dalam kemajuan sosial-budaya di Sukabumi.
Selamat milad ke-17 LSM Pandawa 16. Teruslah berkarya, teruslah peduli, dan tetaplah menjadi pelindung bagi mereka yang membutuhkan.
Penulis: DSU
