NASIONAL KINI | SUKABUMI – Tragedi pergerakan tanah yang melanda Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam bagi ratusan warga yang terpaksa mengungsi. Di tengah situasi sulit ini, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi hadir membawa secercah harapan melalui aksi nyata pada Selasa, tanggal (10/03/2026).
Langkah kolaboratif yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi ini tidak hanya sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk dedikasi pemuda dalam memastikan kesejahteraan masyarakat terdampak, khususnya dalam aspek kesehatan yang sering kali terabaikan di pengungsian.
Urgensi Layanan Kesehatan di Lokasi Pengungsian
Kondisi posko pengungsian yang terbatas sering kali menjadi sarang bagi berbagai penyakit. Sanitasi yang belum ideal, udara dingin di malam hari, serta kepadatan hunian sementara meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, hingga masalah pencernaan.
Menyadari ancaman tersebut, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi menginisiasi program Cek Kesehatan Gratis dan Distribusi Obat-obatan. Program ini dirancang untuk mendeteksi dini keluhan kesehatan warga sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Peran Aktif Pemuda dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, yang turun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa kehadiran pemuda adalah kewajiban moral. Menurutnya, KNPI harus menjadi garda terdepan dalam merespons isu-isu sosial dan kemanusiaan di daerah.
"Kami sebagai unsur pemuda hadir di tengah masyarakat terdampak untuk memberikan kemanfaatan nyata. Fokus kami hari ini adalah cek kesehatan dan pemberian obat gratis untuk mengurangi risiko penularan penyakit di area pengungsian," tegas Yandra di sela-sela kegiatannya.
Yandra menambahkan bahwa lingkungan pengungsian memiliki kerentanan tinggi terhadap penyakit menular. Tanpa intervensi medis yang cepat, kondisi kesehatan pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, bisa menurun drastis dalam waktu singkat.
Kolaborasi Multisektoral: Kunci Pemulihan Bantargadung
Bencana pergerakan tanah bukan hanya masalah fisik bangunan yang retak atau lahan yang amblas, tetapi juga masalah stabilitas sosial dan ekonomi. Yandra Utama Santosa menyoroti bahwa pemulihan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, sektor swasta, dan masyarakat luas.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu. Keluarga terdampak butuh bantuan untuk segera pulih, baik secara mental, finansial, maupun fisiknya," lanjut Yandra.
Tiga Pilar Pemulihan Pasca-Bencana
Dalam pandangan KNPI Kabupaten Sukabumi, ada tiga pilar utama yang harus diperhatikan dalam masa transisi pasca-bencana di Bantargadung:
• Pemulihan Fisik (Kesehatan): Memastikan tidak ada wabah penyakit di pengungsian dan memberikan akses pengobatan yang berkelanjutan.
• Pemulihan Mental (Psikososial): Trauma akibat kehilangan tempat tinggal memerlukan pendampingan psikologis agar warga memiliki semangat untuk bangkit.
• Pemulihan Finansial (Ekonomi): Mengingat banyak lahan pertanian atau mata pencaharian warga yang terganggu akibat pergerakan tanah, diperlukan skema bantuan ekonomi jangka menengah.
Suara dari Pengungsian: Harapan yang Terjawab
Kehadiran tim kesehatan dari KNPI membawa kelegaan bagi para pengungsi yang selama ini merasa khawatir akan kondisi kesehatan mereka. Salah satu warga terdampak, Tana, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. Bagi Tana dan warga lainnya, akses terhadap obat-obatan saat ini adalah kemewahan yang sangat mereka butuhkan.
"Warga sudah menantikan cek kesehatan dan obat gratis sejak lama. Kondisi di sini dingin kalau malam, banyak anak-anak yang mulai batuk. Kehadiran DPD KNPI Kabupaten Sukabumi di lokasi ini sangat membantu kami," ujar Tana dengan nada haru.
Dampak Nyata dan Harapan ke Depan
Aksi DPD KNPI Kabupaten Sukabumi ini diharapkan menjadi pemantik bagi organisasi lain untuk turut berkontribusi. Keberhasilan program ini diukur bukan dari seberapa banyak obat yang dibagikan, melainkan dari seberapa sehat warga Bantargadung bertahan di masa sulit ini.
Yandra Utama Santosa berharap bantuan ini memberikan dampak psikologis bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. "Harapan kami, bantuan kecil ini memberikan dampak nyata. Kami ingin warga merasa bahwa pemuda Sukabumi selalu ada di belakang mereka," tutupnya.
Penulis: DSU
