Iklan

,

Iklan

.

SPPI Sukabumi Perkuat Konsolidasi, Wabup Andreas Tekankan Peran Strategis Program Gizi Nasional

REDAKSI
Minggu, 11 Januari 2026, 07.59.00 WIB Last Updated 2026-01-11T00:59:38Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI - Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal konsolidasi SPPI sejak resmi terbentuk di Kabupaten Sukabumi.


Malam keakraban tersebut dihadiri sekitar 70 orang dari total 221 anggota SPPI. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai peran SPPI dalam mendukung program prioritas nasional serta mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah—maju, unggul, berbudaya, dan berkah.


Ketua panitia pelaksana, Hidayatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen para sarjana penggerak dalam mengawal pembangunan daerah dan nasional.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh anggota memiliki visi yang sama. Sukabumi memiliki banyak potensi sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa SPPI memiliki peran strategis dalam mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah pusat, khususnya Program Badan Gizi Nasional (BGN).


Ia menilai keterlibatan SPPI dalam Program BGN bukan sekadar tugas teknis, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter relawan agar lebih tangguh, disiplin, dan siap menghadapi tantangan di lapangan.


“Ini adalah amanah negara. Program BGN harus menjadi ruang pembelajaran dan pendewasaan bagi seluruh relawan SPPI,” tegas Sandi.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan bahwa Program BGN merupakan langkah strategis dan mulia dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan gizi yang baik dan pendidikan yang berkualitas.


“Program ini bukan soal anggaran atau keuntungan. Ini adalah investasi besar bangsa dalam menyiapkan masa depan Indonesia,” kata Wabup.


Ia menambahkan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan integritas seluruh elemen bangsa, termasuk para relawan SPPI. Peran yang dijalankan saat ini, lanjutnya, akan menjadi bagian dari sejarah pembangunan nasional.


“Kontribusi Anda semua hari ini akan terasa dampaknya di masa depan. Tahun 2045 nanti, ada peran SPPI di dalamnya,” ungkapnya.


Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Wabup juga berharap Program BGN mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting. Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur gizi yang harus sesuai standar.


“Selain pemberian makanan bergizi, edukasi tentang pola makan sehat juga perlu diberikan sejak dini agar manfaat program ini berkelanjutan,” pungkasnya.


Penulis: Ismet 

Iklan