Iklan

,

Iklan

.

Jelang Dibukanya IGD Baru, Penataan PKL di Depan RSUD Palabuhanratu Dibahas Bersama Pedagang

REDAKSI
Rabu, 07 Januari 2026, 17.57.00 WIB Last Updated 2026-01-07T14:10:56Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI – RSUD Palabuhanratu bersama Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu menggelar rapat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di depan RSUD Palabuhanratu, Rabu (7/1/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pihak Kecamatan Palabuhanratu, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, pihak kelurahan, manajemen RSUD Palabuhanratu, serta para pedagang kaki lima.


Direktur RSUD Palabuhanratu, dr. Rulli Suyono Saputra, dalam paparannya menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi para PKL terkait rencana penataan area depan rumah sakit. Menurutnya, penataan diperlukan agar lingkungan rumah sakit terlihat lebih rapi, tertib, dan tidak kumuh.


"Sebetulnya ini untuk penataan PKL, makanya kita kumpulkan di forum ini untuk mencari aspirasi para pedagang seperti apa. Nantinya juga akan ada rapat lanjutan dengan OPD terkait untuk membahas bagaimana PKL di depan rumah sakit bisa ditertibkan, ditata, dan dikelola dengan baik," ujarnya.


Ia menambahkan, dari hasil musyawarah, sebagian besar pedagang menginginkan adanya relokasi. Namun demikian, hal tersebut masih perlu pembahasan lanjutan dan koordinasi dengan instansi terkait karena area trotoar bukan merupakan aset rumah sakit.


"Kami butuh waktu dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ini juga merupakan keinginan pimpinan agar area depan rumah sakit, khususnya IGD yang baru, terlihat lebih baik dan tidak terhalang. Hasil rapat ini akan kami laporkan ke pimpinan untuk dicarikan solusi terbaik," tambahnya.


Sementara itu, Camat Palabuhanratu Deni Yudono yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Herdiana menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu mendukung penuh rencana penataan area pedagang di depan  RSUD Palabuhanratu. Menurutnya, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus tertata, dikelola dengan baik, dan rapi.


"Kami mendukung penataan area RSUD Palabuhanratu. Namun tentu kebijakan ini juga harus mempertimbangkan solusi bagi para pedagang kaki lima yang sudah lama beraktivitas di depan rumah sakit," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari sosialisasi penataan RSUD Palabuhanratu agar kebijakan yang diambil dapat berpihak kepada semua pihak. Dalam waktu dekat, RSUD Palabuhanratu juga berencana mengoperasionalkan bangunan IGD baru sehingga area depan rumah sakit perlu dilakukan penataan.


Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Palabuhanratu, Yayat Suhayat, mengatakan bahwa pihak rumah sakit sebelumnya telah menyurati kelurahan, kecamatan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan terkait rencana penataan tersebut.


"Hari ini kami rapat bersama seluruh pedagang di depan rumah sakit untuk mencari solusi agar penataan PKL bisa dilakukan dengan rapi, sehingga rumah sakit terlihat indah dan nyaman bagi masyarakat," ungkapnya.


Ia menambahkan, penataan ini juga berkaitan dengan rencana pengoperasian IGD baru yang dibangun sejak tahun 2023 dan direncanakan mulai difungsikan pada Februari atau Maret 2026.


"Dalam rapat tadi, sekitar 40 pedagang hadir dan ada tiga orang perwakilan yang menyampaikan aspirasi agar dilakukan relokasi. Keinginan tersebut akan kami koordinasikan dengan OPD terkait dan dilaporkan kepada pimpinan, termasuk Bupati, melalui Direktur RSUD dan Camat Palabuhanratu," jelasnya.


Yayat menegaskan bahwa isu penggusuran yang berkembang di masyarakat tidak benar. Rapat ini murni merupakan sosialisasi penataan PKL, bukan untuk melakukan penggusuran.


"Tidak ada penggusuran. Ini hanya sosialisasi penataan PKL di depan rumah sakit. Kami berharap melalui koordinasi dan musyawarah ini dapat ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak," pungkasnya.


Penulis: Ismet 


Iklan