NASIONAL KINI | TANGGAMUS - Sebuah skandal anggaran makin memanas mengguncang Pekon Datar Lebuay, Kakon Suhartono diduga kuat memberikan keterangan palsu terkait penggunaan dana penimbunan sabes tahap 1, memicu kecurigaan adanya praktik korupsi. Rabu (12/11/2025)
Pada tanggal 30 Oktober 2025, tim investigasi media melakukan konfrontasi langsung dengan kakon Suhartono terkait anggaran proyek penimbunan sabes. Data yang dikantongi wartawan menunjukkan angka Rp 148.750.000 juta telah digelontorkan untuk proyek tersebut.
Namun, jawaban mengejutkan datang dari kakon Suhartono. Ia bersikukuh bahwa anggaran yang digunakan hanya sebesar Rp 115 juta. Selisih fantastis sebesar Rp 33 juta ini menimbulkan tanda tanya besar, ke mana larinya dana tersebut?
Pemimpin tim investigasi menyatakan, "Kami memiliki bukti kuat bahwa anggaran yang dikeluarkan jauh lebih besar dari yang diakui oleh kakon. Ini bukan sekadar kesalahan administrasi, tapi indikasi kuat adanya upaya penyelewengan dana." ucap HD
Ketidaksesuaian ini memicu kemarahan warga Datar Lebuay. Mereka menuntut transparansi dan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran pekon. "Kami tidak ingin uang rakyat dikorupsi! kakon harus bertanggung jawab!" ucap salah seorang tokoh masyarakat yang enggan di publish.
Tim investigasi media akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan ditegakkan. Masyarakat menanti tindakan tegas dari pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memberantas praktik korupsi di tingkat pekon.
Penulis: Lukman
