NASIONAL KINI | BENER MERIAH - Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam berupa banjir, longsor, pohon tumbang, serta putusnya akses jalan dan jembatan di berbagai kecamatan. Hampir seluruh wilayah kecamatan dan kampung melaporkan kondisi darurat tersebut ke Pusdalops BPBD Bener Meriah pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 15.53 WIB.
Dalam laporan sementara, BPBD Bener Meriah mencatat 11 warga meninggal dunia, tersebar di beberapa wilayah.
Kecamatan Bandar, Desa Bugak Tensaren: 2 orang.
Kecamatan Permata, Desa Temas: 3 orang; Desa Weh Tenang Uken: 1 orang; Desa Jungke Gajah: 1 orang; Desa Burni Pase: 4 orang.
Selain itu, 13 warga dilaporkan hilang, masing-masing dari:
Kecamatan Pintu Rime Gayo (PRG): Desa Lime Raya (4 orang).
Kecamatan Permata: Desa Seni Antara (5 orang), Weh Tenang (2 orang), Burni Pase (1 orang).
Kecamatan Bandar: Desa Bahgie Bertona (1 orang).
Bencana ini juga menyebabkan 30.142 jiwa mengungsi dan terisolir, sementara akses antarwilayah lumpuh akibat kerusakan infrastruktur. BPBD mencatat 30 titik jembatan putus di sembilan kecamatan, di antaranya Kecamatan Bandar, Mesidah, Wih Pesam, Syiah Utama, Bener Kelipah, Timang Gajah, Gajah Putih, Permata, dan PRG.
Selain itu terdapat 15 titik jalan putus, 37 titik longsor, serta 18 titik banjir yang menggenangi permukiman dan memutus akses warga.
Kronologi Kejadian
Hujan deras berkepanjangan yang mengguyur seluruh wilayah Bener Meriah menjadi pemicu utama terjadinya banjir, luapan air sungai, serta tanah longsor. Banyak pohon tumbang dan material longsor menutup jalan utama maupun jalan desa, menyebabkan petugas kesulitan menjangkau beberapa lokasi.
Hingga laporan ini disusun, BPBD menyampaikan bahwa pemetaan wilayah terdampak terparah masih berlangsung, mengingat hampir seluruh kecamatan melaporkan kejadian serupa.
Dampak Sementara
Bencana ini menyebabkan rumah warga terendam banjir dan sebagian tertimbun longsor. Kerusakan infrastruktur menghambat penyaluran bantuan dan proses evakuasi di sejumlah wilayah.
BPBD Bener Meriah terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan penanganan darurat, evakuasi warga, serta pembukaan akses jalan yang tertutup.
Sumber: BPBD Bener Meriah
Editor: Ismet
