Iklan

,

Iklan

.

Wamen BKKBN dan Wabup Sukabumi Tinjau Penanganan Stunting di Sukabumi, Kolaborasi Jadi Kunci

REDAKSI
Sabtu, 10 Oktober 2026, 19.29.00 WIB Last Updated 2026-10-10T12:29:35Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut terlihat saat Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau hasil intervensi penanganan stunting di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Jumat (9/10/2026).


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program penanggulangan stunting sekaligus mengevaluasi hasil kerja sama antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.


Wabup Andreas menilai kehadiran perwakilan pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas program penurunan stunting.


Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penanganan stunting di daerah merupakan peluang untuk mempererat sinergi dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.


“Kehadiran Ibu Wamen merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi. Ini juga momentum bagi kami untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.


Andreas mengungkapkan, penanganan stunting bukan persoalan sederhana karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat di tingkat desa.


Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan serta kesinambungan intervensi yang dilakukan.


“Ketika turun langsung ke lapangan, penanganan stunting memang kompleks. Namun, persoalan dan rumusannya pada dasarnya sama. Tinggal bagaimana kita konsisten menjalankan program yang telah direncanakan, salah satunya melalui kolaborasi semua unsur,” katanya.


Ia berharap pola kerja sama yang diterapkan di Desa Gede Pangrango dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan terhadap keluarga yang membutuhkan intervensi.


“Pencegahan stunting ini harus ditangani dari hulu hingga ke hilir. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” tegasnya.


Selain penguatan program kesehatan keluarga, Andreas juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.


Ia menilai program tersebut dapat menjadi salah satu upaya mendukung perbaikan gizi anak Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.


“MBG ini menjadi salah satu penopang untuk perbaikan gizi. Pak Presiden ingin memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Mari kita dukung program Presiden dan tetap kompak agar penurunan stunting dapat terwujud demi kemajuan bangsa,” ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa kerja sama berbagai pihak merupakan faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.


Ia menilai Desa Gede Pangrango dapat menjadi contoh penerapan kolaborasi dalam pelaksanaan program penanganan stunting di tingkat desa.


“Dengan kolaborasi, hasilnya bisa menjadi lebih baik. Tanpa kolaborasi, penurunan stunting akan sulit dilakukan,” tuturnya.


Isyana juga menekankan bahwa upaya penanganan stunting perlu didukung intervensi yang menyentuh berbagai aspek, tidak hanya pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga perbaikan sanitasi, pola asuh anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).


Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut dan berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berlanjut.


Melalui penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin optimal, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.


Penulis: Ismet

Iklan