Iklan

,

Iklan

.

Terungkap! Pria yang Ditemukan Terikat di Kolong Tol Bocimi Ternyata Pemuda Asal Makassar

REDAKSI
Jumat, 16 Oktober 2026, 19.03.00 WIB Last Updated 2026-10-16T12:03:33Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI - Penyelidikan kepolisian terkait penemuan jasad pria dalam kondisi terikat dan terbungkus karung di bawah jembatan Tol Bocimi KM 69, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang sebelumnya belum diketahui identitasnya kini dipastikan bernama Abuzala Baldani, pemuda berusia 22 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan.


Identitas korban diumumkan Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, didampingi Kasat Reskrim Iptu Dudi Suharyana, dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026).


Abuzala diketahui lahir di Pasuruan pada 29 Juni 2004. Ia tercatat sebagai warga Jalan Baiturrahman, RT 06 RW 02, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.



“Melalui penyelidikan intensif oleh jajaran Satreskrim, akhirnya identitas korban bisa terungkap. Korban atas nama Abuzala Baldani, usia kurang lebih 22 tahun, beralamat di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan,” kata Agus.


Terungkapnya identitas korban berkaitan dengan pengungkapan kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Sukabumi bersama Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat. Polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial AS, AP atau AD, dan N.


Menurut keterangan kepolisian, ketiga terduga pelaku diketahui merupakan kenalan korban yang berasal dari daerah yang sama. Penangkapan tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara yang sempat menyita perhatian publik.


Sebelumnya, jasad Abuzala ditemukan seorang petani pada Selasa (29/9/2026) di dasar jurang dengan kedalaman sekitar tujuh meter di bawah jembatan Tol Bocimi KM 69. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan parah.


Kerusakan pada kondisi fisik korban membuat proses identifikasi awal tidak mudah dilakukan. Sebagian wajah korban telah mengering hingga menyerupai tengkorak, sementara sidik jarinya mengalami kerusakan. Saat itu, salah satu ciri yang masih dapat dikenali adalah pakaian yang dikenakan, yakni kaos putih bermotif Barong Bali dan celana training hitam dengan lis kuning.


Untuk memperkuat hasil identifikasi, polisi menerapkan pendekatan scientific crime investigation. Penyidik berkoordinasi dengan keluarga korban di Makassar guna mendapatkan sampel DNA pembanding yang selanjutnya diperiksa melalui RS Polri Kramat Jati, Jakarta.


Agus menjelaskan, pihaknya telah memperoleh kecocokan data yang mengarah pada identitas korban. Meski demikian, hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu sebagai bagian dari penguatan pembuktian secara ilmiah.


“Dari sisi kecocokan data kami sudah bisa memastikan. Namun untuk penguatan secara ilmiah, kami saat ini sedang berkoordinasi dengan keluarga korban dan menunggu hasil uji DNA dari RS Polri Kramat Jati,” pungkasnya.


Dengan terungkapnya identitas Abuzala Baldani, penyidik kini melanjutkan proses hukum terhadap para terduga pelaku sekaligus melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh perkara dugaan pembunuhan tersebut.


Penulis : Dani 

Iklan