NASIONAL KINI | SUKABUMI – Penguatan sinergi antara ulama, pemerintah, dan kepolisian menjadi salah satu harapan dalam pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cikakak dan Kecamatan Palabuhanratu masa bakti 2026–2031. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menjaga kerukunan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Kegiatan pelantikan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Senin (12/10/2026), dan dihadiri Kapolsek Cikakak, AKP H. Dudung A. Jamin, S.H., S.M., M.H.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Cikakak menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan MUI yang baru. Ia berharap kepemimpinan periode 2026–2031 dapat memperkuat peran ulama dalam membina umat serta membangun komunikasi yang semakin erat dengan unsur pemerintahan dan institusi terkait.
Menurut Dudung, hubungan yang harmonis antara ulama dan umaro atau unsur pemerintahan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Ia menilai, sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan kepolisian di wilayah Cikakak maupun Palabuhanratu selama ini telah terjalin dengan baik. Meski demikian, koordinasi dan kerja sama tersebut tetap perlu ditingkatkan agar berbagai persoalan sosial dan keumatan dapat ditangani secara bersama-sama.
“Dalam kesempatan ini, saya berharap dengan kepemimpinan MUI yang baru, sinergitas antara ulama dan umaro serta institusi lainnya makin ditingkatkan,” ujar AKP Dudung.
Ia menambahkan, pembinaan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk tokoh agama yang memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan moral dan keagamaan kepada masyarakat.
Dudung juga menegaskan pentingnya pendekatan yang humanis dalam membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat pelayanan Polri yang mengedepankan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Sejauh ini sinergitas antara ulama dan umaro, juga kepolisian, sudah terjalin bagus. Hanya tentunya perlu ditingkatkan lagi, karena kita sama-sama memiliki tugas untuk membina umat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan masyarakat yang tidak hanya taat terhadap aturan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, toleransi, dan persaudaraan.
Dudung turut mengaitkan upaya tersebut dengan cita-cita mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan.
Pelantikan pengurus MUI Kecamatan Cikakak dan Kecamatan Palabuhanratu periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan keagamaan, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta menjaga kerukunan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Dengan terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan, ulama, pemerintah, dan kepolisian diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tenteram, dan harmonis.
Penulis: Ismet

