Iklan

,

Iklan

.

PPP DPRD kabupaten Sukabumi: Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata Harus Jadi Investasi Jangka Panjang

REDAKSI
Kamis, 13 Agustus 2026, 08.28.00 WIB Last Updated 2026-08-13T01:28:28Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong agar penyertaan modal daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata mampu menjadi instrumen strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi hingga berkelas dunia.


Pandangan umum Fraksi PPP terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Pesona Pariwisata tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PPP, Apep Saepul Mahdan, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin 10 Agustus 2026


Fraksi PPP menegaskan, penyertaan modal daerah tidak boleh dipandang sekadar sebagai pengeluaran anggaran, melainkan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi daerah serta masyarakat.


Menurut Fraksi PPP, kebijakan tersebut sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025–2029, yang menempatkan pengembangan industri pariwisata bertaraf internasional berbasis pertanian dan lingkungan sebagai salah satu agenda pembangunan strategis.


Potensi Wisata Sukabumi Harus Dikelola Profesional


Fraksi PPP menilai Kabupaten Sukabumi memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Potensi tersebut mencakup kekayaan alam dan budaya, mulai dari kawasan pegunungan, pantai, geopark hingga berbagai kearifan lokal masyarakat.


Namun, potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.


Pengembangan pariwisata berkelas dunia, kata Fraksi PPP, juga harus tetap mempertahankan karakter, budaya, serta identitas lokal Sukabumi.


Selain pengelolaan destinasi, penyertaan modal juga harus dibarengi dengan pembenahan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya aksesibilitas dan infrastruktur jalan, transportasi, sanitasi, konektivitas digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta aspek keamanan destinasi wisata.


Penulis: Iman Budiman 

Iklan