Iklan

,

Iklan

.

Sangkuriang : Inovasi Spektakuler Kabupaten Sukabumi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

REDAKSI
Senin, 06 Juli 2026, 15.54.00 WIB Last Updated 2026-07-06T08:54:01Z

 


​NASIONAL KINI | SUKABUMI  – Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional. Sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, daerah yang kaya akan potensi agraris ini sukses membuktikan diri sebagai pilar utama kemandirian bangsa. Melalui poin kedua Asta Cita yang menekankan kemandirian nasional di sektor pangan, energi, dan air, Sukabumi bergerak cepat melepaskan diri dari ketergantungan impor, dilansir dari website Pemkab Sukabumi, hari Sabtu, tanggal (04/07/2026).


​Langkah strategis ini bukan sekadar wacana. Terbukti, berkat kerja keras dan akselerasi masif di seluruh lini, Indonesia secara resmi berhasil mencapai target swasembada pangan pada tahun 2025. Pencapaian fantastis ini lahir jauh lebih cepat dari target awal pemerintahan yang direncanakan memakan waktu empat tahun.


​Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu aktor intelektual dan motor penggerak di balik kesuksesan nasional tersebut. Atas kontribusi luar biasa dalam mendongkrak produksi padi nasional, Kabupaten Sukabumi dianugerahi penghargaan bergengsi peringkat kedua nasional dari Kementerian Pertanian RI pada tahun 2025. Penghargaan tertinggi Satyalencana Bidang Pertanian pun disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada Bupati Sukabumi sebagai bentuk apresiasi tertinggi negara.


​Mengenal "SANGKURIANG": Strategi Jitu Dinas Pertanian Sukabumi


​Meski telah berada di puncak prestasi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak lantas berpuas diri. Guna menjaga keberlangsungan swasembada pangan dari ancaman dinamika geopolitik global, alih fungsi lahan, serta tantangan regenerasi petani, sebuah inovasi perubahan yang komprehensif resmi diluncurkan. Inovasi tersebut dinamakan SANGKURIANG (Strategi Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan).


​Sesuai dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), inovasi SANGKURIANG hadir sebagai jawaban taktis untuk menjamin kesejahteraan masyarakat tani dan menjaga stabilitas ekologi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, S.E., M.M., meyakini bahwa melalui formula SANGKURIANG, masa depan pangan Sukabumi akan semakin kokoh dan mandiri.


​Inovasi SANGKURIANG bertumpu pada empat pilar langkah strategis utama: pertama, Produksi Terfokus dengan mengonsentrasikan komoditas unggulan di wilayah yang tepat; kedua, Optimalisasi SDM dan Sumber Daya Lahan untuk mengasah keterampilan petani muda sekaligus memproteksi lahan pertanian produktif; ketiga, Manajemen Rantai Pasok untuk memastikan distribusi hasil panen berjalan efisien tanpa merugikan petani; dan keempat, Keberlanjutan Ekonomi dan Ekologi untuk menyeimbangkan profitabilitas ekonomi dengan kelestarian lingkungan hidup.


​Aksi Nyata di Lapangan: Kawasan Komoditas hingga Satgas Pangan


​Implementasi program SANGKURIANG langsung tancap gas lewat kebijakan-kebijakan konkret di lapangan. Salah satu terobosan paling mencolok di bawah arahan H. Aep Majmudin adalah pembentukan lima Kawasan Komoditas Kabupaten Sukabumi, yang meliputi kawasan padi, hortikultura, singkong, kopi, dan kelapa.


​Selain itu, demi memagari lahan pertanian dari laju modernisasi yang tak terkendali, Pemkab Sukabumi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten serta memperkuat regulasi tentang alih fungsi lahan sawah. Salah satu proyek percontohan yang kini menjadi sorotan adalah implementasi pengembangan kawasan padi di wilayah Ciemas.


​Tidak berjalan sendiri, Dinas Pertanian Sukabumi juga bersinergi kolaboratif dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Berbagai program pendukung terus digulirkan secara masif, mulai dari normalisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul berkualitas tinggi, hingga mekanisasi pertanian modern untuk menggenjot produktivitas di setiap wilayah kerja.


​Capaian Kinerja Juni 2026: Angka yang Berbicara!


​Keberhasilan inovasi ini bukan sekadar klaim di atas kertas. Memasuki bulan Juni 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi merilis data capaian kinerja yang sangat impresif. Luas Tambah Tanam (LTT) Padi tercatat mencapai 91.646 hektare, dengan total Luas Tambah Panen sebanyak 121.610 hektare. Selain itu, Indeks Pertanaman (IP) Kabupaten Sukabumi berhasil menembus angka 2,71 kali, dengan produktivitas padi yang sangat membanggakan, yakni mencapai 5,8 ton per hektare. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa lahan pertanian di Sukabumi sangat produktif dan mampu dioptimalkan secara maksimal.


​Harapan dan Pesan Pimpinan: Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan


​Keberhasilan program SANGKURIANG tentu bukan akhir dari perjuangan, melainkan sebuah babak baru untuk terus maju.


​Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani yang menjadi ujung tombak kedaulatan pangan ini. Beliau menegaskan bahwa penghargaan tingkat nasional yang diraih adalah milik seluruh warga Sukabumi.


​"Prestasi ini adalah bukti nyata dari keringat dan dedikasi para petani kita di ladang dan sawah. Harapan saya, inovasi SANGKURIANG ini tidak hanya berhenti sebagai program dinas, tetapi menjadi gerakan kebudayaan baru. Kita harus berkomitmen penuh melindungi lahan kita dari alih fungsi, karena dari sanalah sumber kehidupan anak cucu kita mengalir. Sing nyaah ka Sukabumi, mari kita jaga bersama tanah subur ini demi mewujudkan Sukabumi yang Mubarokah, mandiri, dan sejahtera," ujar Bupati Asep Japar.


​Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, S.E., M.M., menekankan pentingnya aspek regenerasi dan keberlanjutan teknologi di sektor pertanian.


​"Tantangan ke depan tidak mudah, mulai dari dinamika iklim global hingga regenerasi petani. Oleh karena itu, melalui pilar Optimalisasi SDM dalam program SANGKURIANG, kami menaruh harapan besar kepada generasi muda Sukabumi. Buang jauh-jauh persepsi bahwa bertani itu kotor dan miskin. Hari ini, dengan mekanisasi, digitalisasi, dan indeks pertanaman yang tinggi, Bertani Itu Keren dan sangat menjanjikan secara ekonomi! Kami ingin pertanian Sukabumi diisi oleh anak-anak muda inovatif yang mampu mengelola hulu hingga hilir secara modern," tegas Aep Majmudin.


​"Bertani Itu Keren" dan Semangat Sukabumi Mubarokah


​Melalui momentum keberhasilan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus menggaungkan slogan motivasi bagi generasi muda: "Bertani Itu Keren". Slogan ini menjadi pemantik semangat bahwa sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan secara ekonomi, modern secara teknologi, dan mulia secara sosial.


​Seluruh pencapaian ini bermuara pada kecintaan yang mendalam terhadap tanah kelahiran, sebagaimana falsafah luhur yang selalu dipegang teguh: "SING NYAAH KA SUKABUMI, JAGA SUKABUMI, NYAAH KA KABUPATEN NA, OGE NYAAH KA WARGA NA!"


​Menuju masa depan yang cerah, sejahtera, dan mandiri secara pangan, Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Drs. H. Asep Japar, M.M., dan H. Aep Majmudin, S.E., M.M., siap melangkah lebih jauh. Bersama-sama, kita wujudkan Sukabumi Mubarokah yang berkah, maju, dan berkelanjutan. 


​Penulis: DSU

Iklan