NASIONAL KINI | SUKABUMI – Di balik bentang alam perbukitan yang sejuk di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah desa yang menyimpan kekuatan besar dari perpaduan alam, budaya, dan kreativitas masyarakatnya. Desa Sirnaresmi kini semakin dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki potensi menjanjikan di berbagai sektor.
Desa yang menjadi bagian dari 381 desa di Kabupaten Sukabumi ini tidak hanya dikenal karena kekayaan hasil pertaniannya, tetapi juga karena keberadaan Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi yang hingga kini masih menjaga nilai-nilai budaya leluhur secara turun-temurun.
Sektor pertanian masih menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat. Sejumlah komoditas unggulan terus dikembangkan, dengan kapulaga menjadi salah satu hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas tersebut dinilai mampu memberikan keuntungan cukup besar bagi para petani, terutama dengan semakin terbukanya akses pemasaran hingga ke pengepul besar dan pasar ekspor.
Selain kapulaga, masyarakat juga memanfaatkan potensi lahan pertanian untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman produktif yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan warga.
Di sisi lain, Desa Sirnaresmi juga memiliki daya tarik kuat di bidang budaya. Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi menjadi pusat pelestarian adat Sunda yang masih terjaga dengan baik. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Seren Taun, ritual adat tahunan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang rutin digelar dan selalu menarik perhatian masyarakat luas, termasuk wisatawan dari berbagai daerah.
Letak desa yang berada di jalur nasional simpang tiga Panggleseran juga menjadi keuntungan tersendiri. Posisi strategis tersebut membuka peluang berkembangnya aktivitas perdagangan sekaligus mendukung sektor wisata budaya.
Tidak hanya mengandalkan pertanian dan tradisi, geliat ekonomi kreatif masyarakat juga mulai tumbuh melalui pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbagai produk olahan hasil pertanian, kerajinan lokal, hingga kuliner khas terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Peran akademisi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi turut memberikan dampak positif, terutama dalam pendampingan pengembangan produk dan strategi pemasaran yang lebih modern.
Secara geografis, Desa Sirnaresmi memiliki luas wilayah sekitar 650 hektare dengan karakteristik dataran hingga lereng perbukitan pada ketinggian sekitar 400–500 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan buruh tani, meski terdapat pula profesi lain seperti pedagang, wiraswasta, pegawai negeri, TNI/Polri, serta sektor jasa.
Di tengah berbagai potensi yang dimiliki, tantangan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat maupun pemerintah. Fluktuasi harga komoditas pertanian, akses pasar yang belum merata, hingga perkembangan zaman yang berpotensi menggerus nilai adat menjadi perhatian bersama.
Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, perluasan akses pasar petani, promosi wisata berbasis digital, hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM agar produk lokal mampu bersaing lebih luas.
Dengan kekuatan pertanian, kekayaan budaya, serta semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal, Desa Sirnaresmi dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kawasan unggulan di Kabupaten Sukabumi, sekaligus menjadi contoh desa adat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Penulis: Ismet
