Iklan

,

Iklan

.

Pangkoops TNI Habema Pimpin Operasi Berisiko Tinggi Evakuasi Korban Dugaan Pembunuhan OPM di Yahukimo

REDAKSI
Jumat, 24 Juli 2026, 16.59.00 WIB Last Updated 2026-07-24T09:59:35Z

NASIONAL KINI | TIMIKA – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, memimpin langsung operasi pencarian dan evakuasi jenazah sepasang suami istri Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban dugaan pembunuhan oleh kelompok bersenjata OPM di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.


Dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan bahwa operasi evakuasi dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dengan melibatkan personel Satgas Habema. Proses tersebut dilakukan di wilayah dengan medan yang sangat berat dan tingkat risiko tinggi.


Menurut Yudha, lokasi penemuan jenazah berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo. Akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kondisi geografis yang sulit, sehingga membutuhkan perencanaan dan pengamanan yang matang.


"Operasi ini saya pimpin langsung untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan lancar, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan," ujarnya.


Berdasarkan hasil awal, TNI menyatakan kedua korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Meski demikian, identitas pelaku beserta kelompok atau kodap yang bertanggung jawab masih dalam proses verifikasi secara independen.


Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah kedua korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.


TNI menegaskan akan terus meningkatkan langkah-langkah pengamanan di wilayah Papua Pegunungan serta mendukung penuh proses penanganan kasus tersebut guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di Kabupaten Yahukimo.


Penulis: Ismet 

Iklan