Iklan

,

Iklan

.

Karhutla di Simpenan Hanguskan 10 Hektare Lahan, Tim Gabungan Terus Berupaya Kendalikan Api

REDAKSI
Sabtu, 25 Juli 2026, 00.49.00 WIB Last Updated 2026-07-24T17:49:38Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kampung Cipendeuy, RT 03/RW 04, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga malam hari, kobaran api masih terus menjalar sehingga petugas gabungan tetap bersiaga di lokasi.


Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan baru yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi, mengatakan bahwa saat dilakukan pemantauan, api masih terlihat mengepul dan terus merambat ke area lahan. Jarak titik api dengan permukiman warga diperkirakan sekitar tiga kilometer sehingga situasi terus dipantau untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran.


"Proses pemadaman mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sulit. Saat ini tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya pengendalian api," ujarnya.



Akibat peristiwa tersebut, sekitar 10 hektare lahan kosong dilaporkan terbakar. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.


Sebagai langkah penanganan, P2BK Simpenan telah melakukan asesmen ke lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, perangkat RT/RW, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Simpenan.


Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Polri, Satpol PP, P2BK Simpenan, serta perangkat desa setempat.


Hingga berita ini diterbitkan, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah. Namun, api masih belum sepenuhnya padam dan terus menjalar di beberapa titik. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke area lain maupun mendekati permukiman warga.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan