NASIONAL KINI | SUKABUMI - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Iman Adinugraha, menerima audiensi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/7/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan potensi wisata Desa Cihaur yang telah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Sukabumi.
Dalam audiensi tersebut, Pokdarwis Desa Cihaur memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki wilayahnya. Desa Cihaur dikenal memiliki bentang alam yang indah, dikelilingi kawasan perkebunan, serta menyimpan sejumlah destinasi wisata alam yang menjanjikan untuk dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah panorama matahari terbenam (sunset), air terjun, dan berbagai potensi wisata alam lainnya.
Selain memperkenalkan potensi yang ada, Pokdarwis juga berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pengelola perkebunan, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat. Dukungan tersebut dinilai penting agar kawasan wisata di Desa Cihaur dapat dikelola secara optimal dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Iman Adinugraha menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Desa Cihaur dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
"Hari ini kami menerima kunjungan Kelompok Sadar Wisata Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan. Desa Cihaur merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi luar biasa. Wilayahnya dikelilingi kawasan perkebunan dan memiliki beragam destinasi wisata alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan," ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Potensi wisata seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan karena mampu membangkitkan ekonomi daerah maupun ekonomi masyarakat. Tentu pengembangannya harus dilakukan melalui kerja sama yang baik dan saling menguntungkan bagi semua pihak," katanya.
Iman juga menilai bahwa peluang kerja sama dengan pihak perkebunan dalam pengelolaan kawasan wisata perlu terus dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar.
"Jika nantinya terdapat peluang kerja sama dengan pihak perkebunan dalam pengelolaan destinasi wisata, saya sebagai wakil rakyat dari daerah ini akan terus memperjuangkan dan mendukungnya semampu saya sebagai anggota DPR RI," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penunjang utama pengembangan desa wisata.
"Kita harus mendorong pembangunan infrastruktur, mulai dari akses jalan, penerangan, hingga fasilitas pendukung lainnya. Semua pihak harus bergotong royong, baik pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Sukabumi, pemerintah pusat, maupun masyarakat, agar Desa Cihaur mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang unggul," ungkapnya.
Selain infrastruktur, Iman juga berharap pemerintah daerah terus meningkatkan promosi potensi wisata Desa Cihaur melalui berbagai media, termasuk media sosial, agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Ia optimistis Desa Cihaur memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi destinasi wisata baru yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jika dikelola dengan baik, potensi panorama sunset, air terjun, dan kekayaan alam lainnya akan menjadi daya tarik wisata yang mampu mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Iman Adinugraha juga mengungkapkan rencananya untuk kembali mengunjungi Desa Cihaur dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kunjungan itu diharapkan menjadi momentum untuk berdialog lebih lanjut mengenai langkah-langkah percepatan pembangunan serta pengembangan Desa Cihaur sebagai desa wisata yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Desa Cihaur sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

