Iklan

,

Iklan

.

Dua Ulama Karismatik Kabupaten Sukabumi Pimpin MUI 2026–2031 : Harapan Baru bagi Umat

REDAKSI
Kamis, 23 Juli 2026, 22.19.00 WIB Last Updated 2026-07-23T15:19:00Z

 


​NASIONAL KINI | SUKABUMI  — Angin segar penuh optimisme dan kesejukan menyelimuti Kabupaten Sukabumi. Melalui perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Augusta Cikukulu pada Selasa hingga Rabu (21–22 Juli 2026), estafet kepemimpinan resmi berganti. Dua sosok ulama karismatik, yakni KH. E. Fatahillah dan KH. Encep Hadiana, resmi diamanahkan untuk memimpin MUI Kabupaten Sukabumi untuk masa bakti 2026–2031.


​Penetapan dua figur ulama panutan ini disambut hangat oleh segenap peserta Musda dan jemaah. Kehadiran kepemimpinan baru ini dipandang bukan sekadar agenda rutinitas organisasi lima tahunan, melainkan sebuah momentum strategis untuk merajut persatuan, memperkuat fondasi keagamaan, serta memajukan kesejahteraan masyarakat Sukabumi secara berkelanjutan.


​Harmoni Ulama dan Umara Demi Pembangunan Berkelanjutan


​Musda XII kali ini berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban, kekeluargaan, dan keharmonisan. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, Ketua MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, serta jajaran pengurus dan alim ulama dari seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi.


​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andreas menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara Ulama dan Umara (pemerintah daerah). Menurutnya, keberadaan ulama adalah tiang penyangga utama dalam menjaga keseimbangan moral dan ketahanan spiritual masyarakat di tengah arus modernisasi.


​"Musyawarah ini harus dilaksanakan secara demokratis dan bermartabat. Siapapun yang terpilih, saya minta untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Peran ulama sangat dibutuhkan untuk membentengi akidah umat sekaligus menjadi perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk," ujar Andreas penuh semangat.


​Lebih lanjut, Andreas menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus seimbang dengan pembangunan mental dan karakter spiritual warga. Bimbingan serta doa dari para kiai dipandang sebagai modal sosial berharga untuk mendatangkan keberkahan bagi Sukabumi.


​Pesan Sejuk MUI Jawa Barat: Merajut Kasih Menuju Sukabumi Mubarakah


​Senada dengan semangat kebersamaan tersebut, Ketua MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, memberikan wejangan sejuk yang membakar semangat persaudaraan seluruh alim ulama yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan di atas segala bentuk perbedaan.


​"Tumbuhkan rasa cinta di hati kita, mari berpegangan tangan menuju Sukabumi yang Mubarakah (penuh keberkahan)," pesan KH Aang Abdullah Zein dengan penuh kedamaian.


​Pesan ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman yang terus berubah, sikap saling mengasihi, toleransi, dan ukhuwah Islamiyah harus senantiasa ditumbuhkan. Kolaborasi dua sosok ulama karismatik yang kini memimpin diharapkan menjadi peneduh dan pengayom bagi seluruh lapisan umat.


​Komitmen dan Visi Kepemimpinan BaruPeriode 2026–2031


​Sebagai figur yang telah mengabdi pada periode sebelumnya sejak tahun 2022, KH. E. Fatahillah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan serta dukungan yang terus mengalir dari segenap elemen ulama dan masyarakat Sukabumi.


​Bersama KH. Encep Hadiana, kepengurusan baru ini berkomitmen untuk membawa MUI Kabupaten Sukabumi melangkah lebih jauh melalui fokus gerakan berikut:


• ​Pemberdayaan Umat secara Inklusif: Mengembangkan dakwah yang menyejukkan, ramah, dan solutif terhadap permasalahan sosial masyarakat kekinian.

• ​Penguatan Perekat Sosial: Menjadikan MUI sebagai rumah besar yang merangkul dan menjembatani dialog antar-elemen masyarakat.

• ​Kemitraan Strategis Berkelanjutan: Memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam program pendidikan karakter, ekonomi syariah, dan pembinaan generasi muda.


​Menatap Masa Depan Sukabumi yang Harmonis dan Berkah


​Terpilihnya KH. E. Fatahillah dan KH. Encep Hadiana sebagai duet pimpinan baru membawa harapan besar bagi masa depan dakwah dan pembangunan keagamaan di Kabupaten Sukabumi. Integritas dan ketokohan dua ulama karismatik ini diyakini mampu merespons berbagai tantangan zaman dengan bijaksana.


​Dengan kebersamaan yang terjalin antara ulama, pemerintah, dan masyarakat, langkah menuju Kabupaten Sukabumi yang religius, berkah, dan sejahtera kini terbentang semakin luas. Selamat atas dilantiknya kepengurusan baru MUI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031!. 


Penulis: DSU

Iklan