Iklan

,

Iklan

.

Panen Raya di Ciemas, Bupati Sukabumi Tegaskan Peran Strategis Penopang Swasembada Pangan

REDAKSI
Selasa, 26 Mei 2026, 21.44.00 WIB Last Updated 2026-05-26T14:44:52Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI - Kecamatan Ciemas ditegaskan sebagai salah satu wilayah strategis penopang swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut disampaikan Bupati Sukabumi, Asep Japar, saat menghadiri Gerakan Panen Padi bersama unsur Forkopimda di lahan pertanian Kelompok Tani Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Senin (25/5/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengaku bangga atas capaian Kabupaten Sukabumi yang berhasil meraih penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai daerah peringkat kedua sektor pertanian tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kontribusi kawasan pertanian unggulan, termasuk Kecamatan Ciemas.


“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan para kelompok tani. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan,” ujar Bupati.


Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong penguatan sistem pertanian daerah agar petani tidak lagi menjual hasil panennya melalui sistem ijon. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dinilai menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat ekonomi petani.


“Kalau koperasi sudah terbentuk, petani bisa menjual hasil panennya ke koperasi dengan harga yang baik dan memuaskan. Jangan sampai hasil pertanian kita dibawa keluar daerah,” katanya.


Menurutnya, sektor pertanian di Kecamatan Ciemas memiliki potensi besar dalam menopang kebutuhan pangan daerah, termasuk menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap hasil pertanian lokal dapat menjadi pemasok utama kebutuhan beras untuk dapur MBG di Sukabumi.


“Jangan sampai dapur MBG membeli beras dari luar daerah. Kita ingin hasil tani masyarakat bisa diserap di Sukabumi sendiri,” tegasnya.


Selain sektor pangan, Bupati juga menyoroti persoalan irigasi yang masih menjadi kendala di sejumlah wilayah pertanian. Ia meminta masyarakat turut mengawasi kondisi saluran irigasi agar percepatan perbaikan dapat segera dilakukan oleh pemerintah provinsi.


“Jangan hanya jalan yang dijadikan konten media sosial, irigasi juga boleh. Supaya pemerintah provinsi tahu mana yang harus segera diperbaiki,” ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan bahwa kawasan Gapoktan Tanjung Tani di Kecamatan Ciemas memiliki luas lahan baku sawah mencapai 492 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 hektare saat ini memasuki masa panen.


Menurutnya, produktivitas padi di Ciemas mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi Kabupaten Sukabumi yang berada di angka 5,2 ton per hektare.


“Ciemas menjadi salah satu kawasan pangan utama dan sektor penting dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.


Meski demikian, Aep mengakui masih terdapat tantangan terkait rendemen gabah yang baru mencapai 48 persen. Untuk itu, Dinas Pertanian terus mendorong penggunaan benih unggul serta modernisasi alat pertanian guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.


Ia menambahkan, pihaknya kini mengusung program “Sangkuriang” atau swasembada berkelanjutan dan kemandirian pangan sebagai strategi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan alih fungsi lahan.


“Target kami, pertanian tetap menjadi leading sector ekonomi di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Tamanjaya sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kecamatan Ciemas.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan