NASIONAL KINI | SUKABUMI – Gema takbir mulai luhur berkumandang di seantero jagat raya, menandakan tibanya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini. Suasana khidmat, penuh kedamaian, dan kehangatan begitu terasa di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Momentum sakral yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban ini tidak hanya menjadi ritual ibadah tahunan, melainkan juga menjadi sebuah simfoni besar bagi penguatan solidaritas sosial dan kebangkitan spiritual warga.
Menyambut hari kemenangan yang penuh berkah ini, Anggota Komisi II sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, S.E., menyampaikan pesan-pesan sejuk, penuh optimisme, dan motivasi mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut legislator yang dikenal dekat dengan konstituennya ini, Idul Adha senantiasa membawa getaran energi positif yang mampu menyatukan hati dan menghapus sekat-sekat perbedaan di antara sesama manusia.
Menghidupkan Makna Kurban dalam Kehidupan Modern
Bagi Teddy Setiadi, Idul Adha adalah sebuah cermin besar bagi setiap individu untuk berkaca mengenai sejauh mana tingkat keikhlasan dan kepedulian yang dimiliki. Beliau menegaskan bahwa kisah keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan keikhlasan Nabi Ismail Alaihissalam bukan sekadar cerita masa lalu yang dibaca berulang-ulang, melainkan sebuah panduan hidup (way of life) yang sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan modern saat ini.
"Kurban itu secara harfiah berarti mendekatkan diri. Artinya, melalui momentum ini, kita diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mendekatkan hati kita kepada sesama manusia, khususnya mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan," ujar Teddy Setiadi saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Beliau menambahkan, pemotongan hewan kurban berupa sapi atau kambing yang menjadi ciri khas hari raya ini secara simbolis bermakna menyembelih sifat-sifat negatif yang ada dalam diri manusia—seperti sifat egois, keserakahan, dan ketidakpedulian sosial. Dengan hilangnya sifat-sifat tersebut, diharapkan akan tumbuh jiwa baru yang penuh dengan rasa cinta kasih, empati, dan semangat gotong royong demi kemaslahatan bersama.
Solidaritas Sosial untuk Kebangkitan Ekonomi
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi sektor ekonomi, perdagangan, dan pertanian, Teddy Setiadi melihat Idul Adha dari sudut pandang yang komprehensif. Hari raya ini terbukti memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat kelas bawah, mulai dari peternak lokal, penyedia pakan, jasa transportasi, hingga masyarakat umum yang menerima manfaat daging kurban.
Beliau sangat mengapresiasi antusiasme warga Kabupaten Sukabumi yang tetap tinggi dalam menunaikan ibadah kurban. Hal ini mencerminkan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, semangat untuk berbagi di kalangan masyarakat Sukabumi tidak pernah luntur.
"Ketika daging kurban didistribusikan secara merata, di situlah kebahagiaan sejati tercipta. Tidak boleh ada satu pun warga di pelosok Sukabumi yang merasa kekurangan atau bersedih di hari yang fitri ini. Semua harus merasakan kegembiraan yang sama. Solidaritas sosial inilah modal utama kita untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang kuat dan mandiri," tuturnya dengan nada optimis.
Ucapan Resmi Hari Raya Idul Adha 2026
Melalui kesempatan yang penuh dengan limpahan berkah ini, secara khusus Teddy Setiadi, S.E. atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh jajaran Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh umat muslim:
"Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Semoga keikhlasan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail senantiasa menginspirasi setiap langkah hidup kita. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan bahu-bahu membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih maju, sejahtera, dan religius. Selamat berkurban, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan melimpahkan keberkahan bagi tanah kelahiran kita."
Harapan untuk Masa Depan Kabupaten Sukabumi
Menutup perbincangannya, Teddy Setiadi mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga jajaran pemerintahan—untuk terus menjaga kondusivitas, persatuan, dan kedamaian yang selama ini telah terjaga dengan sangat baik di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, tantangan masa depan hanya bisa dihadapi jika seluruh komponen daerah bersatu padu dan mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan umum. Nilai-nilai pengorbanan yang diajarkan dalam Idul Adha harus bertransformasi menjadi semangat pengorbanan demi kemajuan pembangunan daerah.
"Hari Raya Idul Adha mengajarkan kita bahwa sebuah pencapaian besar selalu membutuhkan pengorbanan yang tulus. Jika kita ingin melihat Sukabumi semakin sejahtera, kita semua harus rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran terbaik kita untuk bekerja sama. Semoga getaran positif Idul Adha tahun 2026 ini membawa kedamaian abadi dan kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Aamiin Ya Rabbal Alamin," pungkas Teddy Setiadi penuh harap.
Suasana menjelang hari raya di Sukabumi pun terasa kian hangat dengan hadirnya pesan-pesan menyejukkan dari para pemimpin rakyat. Semangat berkurban ini diharapkan tidak berhenti saat hewan kurban selesai disembelih, melainkan terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari sepanjang tahun.
Penulis: DSU
