Iklan

,

Iklan

.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri PKP Maruarar Sirait Resmikan Program Bedah Rumah di Jawa Barat

REDAKSI
Jumat, 17 April 2026, 09.02.00 WIB Last Updated 2026-04-17T02:02:26Z

 


NASIONAL KINI | BANDUNG -  Pemerintah mulai menggulirkan program renovasi rumah tidak layak huni di wilayah Jawa Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada Senin (13/4/2026) malam.


Peluncuran program yang merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini ditandai dengan dimulainya renovasi 10 rumah di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kegiatan simbolis tersebut berlangsung di salah satu rumah penerima bantuan.


Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa program ini menargetkan perbaikan puluhan ribu rumah di Jawa Barat. Ia juga menegaskan adanya tambahan bantuan dari pemerintah daerah guna mendukung penerima manfaat, termasuk untuk pengembangan usaha kecil.


Salah satu warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas renovasi rumah yang diterimanya. Selain perbaikan tempat tinggal, ia juga memperoleh dukungan tambahan untuk usaha yang dijalankannya sehari-hari.


Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi sekitar 400 ribu unit rumah tidak layak huni sepanjang tahun ini. Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni mendekati 40 ribu unit.


Setiap rumah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk pembelian material dan biaya tenaga kerja. Menariknya, proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat melalui skema tender rakyat dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Mekanisme ini memungkinkan kelompok penerima manfaat bekerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk mendapatkan harga bahan bangunan yang lebih kompetitif dan transparan.


Di Desa Banyusari, skema tersebut bahkan berhasil menghasilkan efisiensi anggaran. Dari total dana yang disediakan, biaya pembangunan dapat ditekan sehingga menyisakan anggaran yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk tambahan material.


Menteri Maruarar Sirait menilai program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal.


Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan bahwa di wilayahnya program ini akan menyasar ratusan rumah tidak layak huni yang tersebar di puluhan desa dan kecamatan.


Sumber: Humas Jabar 

Editor: Ismet

Iklan