Iklan

,

Iklan

.

Misterius! Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang Simpenan

REDAKSI
Senin, 30 Maret 2026, 21.00.00 WIB Last Updated 2026-03-30T14:00:59Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI — Warga pesisir kembali digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. 


Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti, menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh dua nelayan setempat, Jalu (45) dan Anung (lahir 11 November 1988), saat keduanya dalam perjalanan pulang melaut menuju pesisir pantai. Keduanya melihat tubuh seorang pria mengapung dalam posisi tengkurap di perairan sekitar satu mil dari bibir pantai.


Mengetahui kejadian tersebut, Anung segera melaporkan temuan itu kepada warga bernama Wildan yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Sekitar pukul 13.10 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Satreskrim Polres Sukabumi, Satpolairud, Polsek Simpenan, Basarnas, Forkopimcam Simpenan, Tagana, P2BK, serta nelayan setempat bergerak cepat melakukan proses evakuasi di sekitar perairan dekat Vihara Nam Hai Quan Se Im Pu Sa. 


Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke darat melalui Pantai Kampung Pamipiran, Desa Sangrawayang, sebelum dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk menjalani proses identifikasi dan visum et repertum.


Kapolsek Simpenan menambahkan, penanganan kasus temuan mayat tersebut saat ini ditangani oleh Satpolairud Polres Sukabumi. Hingga kini, identitas korban masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. 


Sejumlah langkah telah dilakukan aparat, mulai dari menerima laporan warga, mendatangi dan mengecek lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sukabumi, hingga membuat laporan resmi dan dokumentasi kejadian.

Selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. 


Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan aparat atau mendatangi RSUD Palabuhanratu guna membantu proses identifikasi korban.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan