NASIONAL KINI | SUKABUMI – Dunia pers di wilayah Sukabumi Raya kembali menjadi sorotan positif. Dalam sebuah diskusi hangat yang berlangsung di Sekretariat DPC PWRI Sukabumi Raya, Hawakeano Residence, Desa Cikujang, terungkap berbagai komitmen besar mengenai masa depan organisasi wartawan dan kualitas jurnalisme lokal. Pertemuan yang melibatkan Dewan Penasehat dan Dewan Pembina ini menegaskan satu hal: Jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan tanggung jawab moral, hari Selasa, tangal (27/01/2026).
Mengapa Organisasi Wartawan Seperti PWRI Begitu Krusial?
Di era disrupsi informasi saat ini, keberadaan organisasi seperti Persatuan Organisasi Wartawan Indonesia (PWRI) menjadi benteng pertahanan terakhir bagi kebenaran informasi. Tanpa wadah yang jelas, wartawan rentan terjebak dalam arus berita palsu (hoax) atau tekanan pihak-pihak tertentu.
DPC PWRI Sukabumi Raya, yang dinakhodai oleh Rizal Pane, menyadari betul tantangan ini. Kehadiran Dewan Penasehat, Syahrial (Bang Wong), dan Dewan Pembina, Jhonson Sakti, memberikan kompas moral dan strategis bagi seluruh anggota yang bernaung di bawahnya.
1. Transparansi: Nafas Utama Jurnalisme Modern
Dalam diskusi tersebut, Bang Wong menekankan pentingnya transparansi. Seorang jurnalis tidak boleh memiliki agenda tersembunyi. Jika sebuah fakta di lapangan menunjukkan keberhasilan, maka harus ditulis sebagai keberhasilan. Namun, jika ada ketimpangan atau kebijakan yang merugikan rakyat, jurnalis wajib melaporkannya secara kritis namun tetap berimbang.
"Jika baik tulislah baik, dan jika sebaliknya berita itu jelek, harus juga ditulis dengan sebenarnya," tegas Syahrial.
Prinsip ini sangat relevan dengan kebutuhan publik akan informasi yang objektif. Transparansi bukan hanya berlaku pada produk berita, tetapi juga pada tata kelola organisasi PWRI itu sendiri agar tetap dipercaya oleh masyarakat Sukabumi.
2. Pendidikan dan Kaderisasi: Mencetak Wartawan Berkualitas
Salah satu poin paling krusial yang disampaikan oleh Jonson Sakti adalah mengenai edukasi. Menjadi wartawan bukan hanya soal memegang kartu pers dan kamera, melainkan soal pemahaman mendalam terhadap ilmu jurnalistik.
Mengapa Edukasi Jurnalis Penting?
• Pemahaman Kode Etik: Menghindari delik hukum dan pencemaran nama baik.
• Kualitas Penulisan: Menyajikan informasi yang mudah dipahami dan akurat.
• Teknik Investigasi: Melakukan verifikasi data yang mendalam sebelum dipublikasikan.
PWRI Sukabumi Raya berkomitmen untuk terus mendorong program pelatihan bagi anggotanya. Langkah ini diambil agar setiap anggota memiliki kompetensi yang setara dengan standar pers nasional, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Kota maupun Kabupaten Sukabumi.
3. Perlindungan Hukum bagi Pekerja Pers
Banyak jurnalis di lapangan seringkali menghadapi intimidasi saat melakukan peliputan kasus sensitif. Di sinilah peran PWRI sebagai lembaga pelindung hadir. Jhonson Sakti menekankan bahwa PWRI adalah payung hukum yang memastikan hak-hak jurnalis terlindungi, selama mereka bekerja sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dengan adanya jaminan perlindungan, jurnalis diharapkan tidak ragu untuk menyuarakan kebenaran demi kepentingan umum.
Sinergi PWRI dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi
Sebagai organisasi yang bergerak di wilayah Sukabumi Raya, PWRI tidak memposisikan diri sebagai musuh pemerintah, melainkan sebagai Sosial Kontrol. Hubungan yang harmonis namun tetap kritis sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Dampak Positif Sinergi PWRI untuk Masyarakat:
• Penyampai Aspirasi: Menyambungkan suara rakyat kecil kepada pemangku kebijakan.
• Pengawas Anggaran: Memastikan dana publik digunakan sesuai peruntukannya.
• Promosi Potensi Daerah: Membantu mempublikasikan potensi wisata dan ekonomi kreatif di Sukabumi agar dikenal luas.
Menilik Lokasi Sekretariat: Pusat Pergerakan Intelektual
Lokasi Sekretariat DPC PWRI Sukabumi Raya di Hawakeano Residence bukan sekadar kantor administratif. Tempat ini menjadi wadah diskusi, tempat berkumpulnya ide-ide segar, dan pusat pengaduan masyarakat. Dengan lokasi yang strategis di Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, kantor ini menjadi simbol kedekatan organisasi dengan akar rumput.
Tantangan Jurnalisme Sukabumi di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, tantangan jurnalis kian kompleks. Persaingan dengan content creator dan media sosial menuntut wartawan profesional untuk memiliki nilai tambah. PWRI Sukabumi Raya menyikapi hal ini dengan terus beradaptasi pada teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pers.
Visi PWRI Sukabumi ke Depan:
• Menjadi barometer organisasi pers yang sehat di Jawa Barat.
• Mewujudkan jurnalis yang sejahtera secara ekonomi dan intelektual.
• Menciptakan iklim informasi yang sehat dan jauh dari fitnah.
Kesimpulan: Harapan Besar untuk Sukabumi
Diskusi bersama Dewan Penasehat dan Dewan Pembina DPC PWRI Sukabumi Raya menutup sebuah narasi besar: Bahwa keadilan dan kebenaran hanya bisa diwujudkan jika pers bekerja dengan hati nurani. Melalui kepemimpinan Rizal Pane dan bimbingan para tokoh senior seperti Bang Wong dan Jhonson Sakti, PWRI diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan bagi kemajuan masyarakat Sukabumi Raya.
Jurnalisme yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas. Dan masyarakat yang cerdas adalah modal utama kemajuan sebuah daerah.
Penulis: DSU
