NASIONAL KINI | SUKABUMI - Sorotan Desa kali ini adalah menuju Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Bertempat di ruangan kerjanya, Kepala Desa Agung Pratama Putra, S.I.P., bercerita terkait Program Unggulannya BISA (Bersih, Inovatif, Sehat dan Aman), hari Senin, tanggal (11/08/2025).
Sebelom ada Intruksi Gubernur KDM dan Bupati Asjap terkait Isu Lingkungan, Kades Agung mengatakan, "Karangtengah adalah desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah & sumber daya manusia yang memadai, ditambah masih banyaknya potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung kemajuan desa. Kami berharap potensi tersebut diatas bisa dimaksimalkan dengan sinergitas seluruh stakeholder dan peran aktif masyarakat demi mewujudkan Desa Karangtengah Bersih, Inovatif, Sehat, dan Aman," ujarnya.
Lanjutnya, Lewat Program BISA ini, di 4 Kadusunan Salamanja, Kamandoran, Pasirsireum, Benda terus disosialisasikan terkait jaga lingkungan, tidak buang sampah sembarangan serta tidak mencemari sungai. Selama ia menjabat telah dibuat Satgas Sampah Lingkungan yang melibatkan berbagai unsur dari Bhabinkamtibmas, serta seluruh elemen unsur Desa dan masyarakat untuk Piketan menjaga beberapa titik yang dianggap rawan dijadikan TPA Ilegal. Dampaknya tentu ke wilayah Desa Karangtengah. Lewat Program Satgas Jaga Lingkungan, akhirnya mulai tertib pembuangan sampah di semua lingkungan di 4 Kadusunan, karena ada sanksi dan norma hukum yang di lakukan agar memberikan efek jera bagi warga yang melanggar.
Gebrakan berikutnya Kades Agung juga mencoba terkait Mesin sampah ergonomis adalah mesin atau peralatan pengolahan sampah yang dirancang dengan mempertimbangkan aspek-aspek kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pengguna. Tujuannya adalah agar pengguna, seperti petugas kebersihan, dapat mengoperasikan mesin tersebut dengan mudah, nyaman, dan aman, sehingga meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi risiko cedera.
Elemen-elemen Ergonomis dalam Mesin Sampah :
• Desain yang Sesuai Ukuran Tubuh:
Mesin dirancang agar sesuai dengan tinggi, jangkauan, dan kekuatan fisik pengguna. Misalnya, tinggi tempat pembuangan sampah atau tinggi tuas pengoperasian disesuaikan agar tidak menyebabkan sakit punggung atau kelelahan pada pengguna.
• Bahan yang Ringan namun Kuat:
Material mesin dipilih yang ringan namun tahan lama, sehingga mudah dipindahkan dan tidak mudah rusak.
• Kemudahan Pengoperasian:
Tombol, tuas, dan kontrol lainnya didesain agar mudah dijangkau dan dioperasikan. Desain yang intuitif mengurangi kesalahan penggunaan dan meningkatkan efisiensi.
• Perlindungan dari Risiko Cedera:
Mesin dilengkapi dengan fitur keamanan seperti pelindung mata pisau pada mesin pencacah, atau pegangan yang aman pada gerobak sampah, untuk mencegah cedera saat pengoperasian.
• Pemisahan Sampah:
Beberapa mesin dirancang untuk memisahkan jenis sampah, seperti organik dan anorganik, untuk memudahkan proses daur ulang. Desain ini membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.
Sistem Otomatisasi:
Beberapa mesin dilengkapi dengan sensor dan sistem otomatis, seperti tempat sampah pintar dengan sensor jarak dan motor servo, untuk mempermudah proses pembuangan sampah.
Contoh Penerapan:
• Gerobak Sampah:
Gerobak sampah yang ergonomis memiliki pegangan yang nyaman, roda yang mudah digerakkan, dan desain yang memudahkan proses pemindahan sampah.
• Mesin Pencacah Sampah Organik:
Mesin ini dirancang dengan mempertimbangkan ukuran tubuh pengguna, sehingga mudah dioperasikan dan aman digunakan.
• Mesin Pencacah Plastik:
Mesin pencacah plastik dirancang agar aman dan efisien dalam menghancurkan berbagai jenis plastik.
Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip ergonomis, mesin sampah tidak hanya menjadi alat yang efisien, tetapi juga ramah pengguna dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Harapannya lewat Pilot Project ini bisa mengatasi kesulitan jauhnya tempat TPA serta bisa mengurangi sampah menumpuk didesanya. Role Model ini akan diterapkan menyeluruh di setiap dusun yang ada diwilayahnya. Lewat Program Pengelolaan Sampah ini, di Kompetisi Kinanti Tingkat Kabupaten Sukabumi, Desa Karangtengah menjuarai dengan mengusung Tema Pengelolaan Sampah 3R yaitu 3R dalam pengelolaan sampah adalah singkatan dari Reduce, Reuse, dan Recycle, atau dalam bahasa Indonesia berarti Kurangi, Gunakan Kembali, dan Daur Ulang.
Prinsip 3R adalah pendekatan untuk mengelola sampah yang bertujuan untuk meminimalkan dampak lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang, menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai, dan mendaur ulang sampah menjadi produk baru.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing komponen 3R:
• Reduce (Kurangi):
Fokus pada pengurangan produksi sampah sejak awal. Ini bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi barang-barang sekali pakai, memilih produk dengan kemasan minimal, atau membeli barang-barang yang lebih awet.
• Reuse (Gunakan Kembali):
Memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk fungsi yang sama atau fungsi lain. Misalnya, menggunakan kembali botol plastik sebagai wadah tanaman, atau mendonasikan pakaian bekas yang masih layak pakai.
• Recycle (Daur Ulang):
Mengolah sampah menjadi material baru yang dapat digunakan kembali. Contohnya, mendaur ulang kertas bekas menjadi kardus baru, atau mengubah sampah plastik menjadi biji plastik yang bisa diolah menjadi produk lain.
Dengan menerapkan prinsip 3R, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, 3R juga membantu menghemat sumber daya alam dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Untuk Target Pajak PBB ditahun 2023 Desa Karangtengah berada posisi kedua dari bawah pencapaiannya karena hanya di 35% (saat kades sebelumnya), di 2024 saat Kades Agung menjabat naik diangka 68%, Komitmen di 2025 bersama Kadus, Desa Karangtengah menargetkan di 80%, saat ini posisi Desa Karangtengah di ke-2 dari atas Se-Kecamatan Cibadak.
Pak Kades Agung juga menegaskan untuk Koperasi Desa Merah Putih diwilayahnya akan difokuskan support Pertanian dengan sejalan sama Program Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar terkait Ketahanan Pangan, harapannya Pertanian di wilayahnya bisa maksimal dan bergerak serta mengangkat perekonomian warganya.
Disesi akhir wawancara, beliau berharap, "Dukungan Pemerintah Pusat, Pemkab, Pemprov serta seluruh masyarakat sebagai stakeholder Desa Karangtengah tentu akan berdampak besar saat mendukung berbagai perencanaan serta program yang dijalankan, agar supaya implementasi semuanya berjalan lancar dan Desa bisa maju, sejahtera dan menjadi Desa Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah)," pungkasnya.
Penulis: DSU
