NASIONAL KINI | SUKABUMI — Pondok Modern Assalam Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, serta berkarakter. Hal ini disampaikan langsung oleh pimpinan pondok, KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si, dalam pertemuan bersama jajaran Kepolisian pada Rabu (23/7).
Menurut KH. Encep, kerja sama antara institusi pendidikan Islam dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan nasional, memperkuat ekonomi, serta mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Sinergi ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Kami ingin para santri tak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kuat, disiplin, serta semangat cinta tanah air,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Encep juga mengumumkan bahwa Pondok Modern Assalam Sukabumi akan turut ambil bagian dalam kegiatan World Muslim Scout Jamboree 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara dan menjadi momen penting dalam memperkenalkan wajah Islam moderat dari Indonesia kepada dunia internasional.
Sebagai bentuk dukungan penuh, Pondok Modern Assalam akan mengirimkan 150 santri dan santriwati untuk bergabung dalam kontingen Indonesia. KH. Encep menyebut, partisipasi ini tidak hanya menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan santri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, budaya, dan persatuan dalam keberagaman.
“Jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan pramuka muslim dunia, tapi juga bentuk nyata peran Indonesia dalam membangun perdamaian global. Dengan mengusung prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan semangat ukhuwah, kami siap menjadi bagian dari perhelatan bersejarah ini,” tegasnya.
KH. Encep menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pesantren Gontor—lembaga pendidikan yang menurutnya telah menjadi pilar penting dalam membentuk karakter umat dan bangsa. Ia berharap, melalui kegiatan ini, Indonesia dapat menunjukkan diri sebagai bangsa besar yang tidak hanya kaya akan wisata dan budaya, tapi juga unggul dalam nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
Penulis: Dani Sanjaya Permas