Iklan

,

Iklan

.

Hari Santri Nasional 2026 di Cikakak, Kapolsek dan Ketua UPZ Tekankan Sinergi serta Kepedulian terhadap Santri

REDAKSI
Kamis, 22 Oktober 2026, 23.38.00 WIB Last Updated 2026-10-22T16:41:58Z
Foto: Kapolsek dan ketua upz Kecamatan Cikakak

NASIONAL KINI | SUKABUMI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, berlangsung khidmat dan meriah di Lapang Kadaka, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para santri dari berbagai pondok pesantren sebagai wujud kebersamaan dalam memperkuat peran santri untuk kemajuan bangsa.


Mengusung tagline “Santri Menguatkan  Negeri, Menuju Indonesia Emas”, peringatan HSN tahun ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara kalangan pesantren, pemerintah, serta unsur TNI-Polri dalam menjaga persatuan dan membangun masyarakat.


Kapolsek Cikakak, AKP H. Dudung A. Jamin, S.H., S.M., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian senantiasa mendukung kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Santri Nasional yang mencerminkan kuatnya kolaborasi antara ulama dan umaro.


"Kami dari kepolisian sesuai dengan moto Kapolri yang baru, yakni polisi bersama masyarakat. Apalagi ini momentum Hari Santri, yang menjadi wujud sinergitas dan kolaborasi antara ulama dan umaro, baik pemerintah maupun aparat lainnya. Kemitraan ini harus terjalin dengan baik agar kegiatan seperti ini dapat berjalan sukses," ungkapnya.


Menurutnya, antusiasme para santri dan pondok pesantren di Kecamatan Cikakak pada peringatan tahun ini patut mendapatkan apresiasi. Kehadiran berbagai elemen di Lapang Kadaka menunjukkan bahwa hubungan antara pondok pesantren, pemerintah daerah, serta TNI-Polri semakin kuat.


H. Dudung berharap sinergitas tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat ditangani bersama sehingga turut membantu meringankan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Ia juga mengingatkan bahwa santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi santri dalam menghadapi tantangan masa depan.


"Santri harus memiliki iman dan takwa (imtak), tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Santri jangan sampai gagap teknologi. Kuasai teknologi dan komputer, sehingga mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama," pesannya.


Sementara itu, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cikakak, Ustaz Acek Suhanda, menyoroti pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan santri, terutama melalui pemenuhan kewajiban zakat.


Ia mengajak masyarakat Kecamatan Cikakak untuk semakin meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat. Menurutnya, keberadaan santri dan pondok pesantren membutuhkan dukungan bersama agar para santri dapat menjalani pendidikan dengan baik serta memperoleh perhatian ketika menghadapi kesulitan.


"Dari kacamata UPZ, kami mengajak masyarakat Cikakak untuk lebih mengedepankan kewajiban zakat. Santri perlu kita dukung bersama karena mereka merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu dan berakhlak," ujarnya.


Ustadz Acek juga menekankan pentingnya kekompakan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial. Semangat kebersamaan tersebut, menurutnya, sejalan dengan harapan agar masyarakat Cikakak terus menjaga persatuan dalam berbagai kegiatan.


Ia menilai Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk mengembalikan sekaligus memperkuat citra santri sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa.


Menurutnya, santri tidak cukup hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga harus memiliki wawasan luas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.


"Santri harus memiliki keseimbangan antara imtak dan iptek. Dunia tidak mungkin maju tanpa dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ke depan, tantangan yang dihadapi santri akan semakin besar sehingga mereka harus dipersiapkan dengan bekal ilmu, agama, dan karakter yang kuat," jelasnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa santri merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun generasi penerus bangsa. Karena itu, pembinaan terhadap santri tidak boleh diabaikan, mengingat kemajuan negara juga membutuhkan landasan moral dan spiritual yang kuat.


Ustadz Acek menambahkan, tanggung jawab dalam mendukung pendidikan santri bukan hanya berada di pundak orang tua, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama umat Islam dan masyarakat luas.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Cikakak, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap pendidikan pesantren, serta kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan semakin kokoh.


Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.


Penulis: Ismet 

Iklan